Penyelidikan mengenai keberadaan atlet golf putri bernama Jesslyn Wijaya Lay terus menjadi sorotan publik dan pihak berwenang. Kasus ini bermula dari adanya laporan dugaan penculikan yang menimpa sang atlet. Meskipun laporan dugaan penculikan tersebut kini telah resmi dicabut, aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat tetap melanjutkan proses penyelidikan guna memastikan kondisi sebenarnya. Penyelidikan ini sangat penting untuk mengungkap fakta di balik hilangnya kontak antara Jesslyn dengan orang-orang terdekatnya, serta memahami dinamika yang terjadi sebelum kepergiannya.
Hingga saat ini, salah satu kendala utama yang dihadapi oleh penyidik adalah minimnya komunikasi langsung dengan pihak keluarga inti. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memberikan pernyataan resmi terkait situasi ini. Beliau mengungkapkan bahwa meskipun kepolisian telah berupaya keras menghubungi keluarga Jesslyn Wijaya Lay, para penyelidik masih belum bisa menjalin komunikasi secara efektif dengan mereka. Pihak kepolisian menyatakan masih membutuhkan waktu dan menunggu respons dari kerabat dekat maupun orang tua untuk mendalami isu penculikan ini, karena keluarga dianggap sebagai pihak yang paling mengetahui situasi sebenarnya.
Berdasarkan hasil penelusuran sementara yang dilakukan oleh pihak kepolisian, terungkap sebuah fakta baru bahwa Jesslyn ternyata sudah tidak berada di dalam negeri. Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Saputra mengonfirmasi temuan tersebut dengan menyatakan bahwa atlet golf itu telah terbang meninggalkan Indonesia. Rute perjalanan yang tercatat menunjukkan bahwa Jesslyn menuju Kuala Lumpur lalu melanjutkan penerbangan ke Bangkok. Informasi penting lainnya dari pihak kepolisian menegaskan bahwa kepergian Jesslyn ke luar negeri tersebut tidak dilakukan seorang diri, melainkan ia terbang bersama ibu dan bibinya.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Di sisi lain, perkembangan informasi dari kepolisian ini memicu tanda tanya besar bagi Evan, calon suami Jesslyn yang kini berusia 37 tahun. Melalui kuasa hukumnya yang bernama Andi Darti, Evan secara tegas menyatakan ketidakyakinannya terhadap kabar penculikan yang menimpa calon istrinya tersebut. Andi Darti juga membeberkan sejumlah latar belakang kehidupan kliennya dan Jesslyn. Diketahui bahwa Jesslyn sudah lama keluar dari rumah orang tuanya. Ia memilih untuk hidup mandiri dan tinggal di sebuah apartemen di daerah Pluit selama hampir sepuluh bulan terakhir. Selain itu, Andi Darti menegaskan bahwa Jesslyn dan Evan sedang dalam tahap persiapan untuk segera menikah dalam waktu dekat.
Mengenai kronologi kejadian, peristiwa hilangnya kontak dengan Jesslyn bermula pada hari Senin, 13 Juli. Pada hari itu, Evan sempat menemani Jesslyn membeli kue ulang tahun. Setelah itu, Evan mengantarkan Jesslyn ke sebuah restoran yang menjadi tempat perayaan ulang tahun nenek Jesslyn. Kehadiran Jesslyn di acara keluarga tersebut sebenarnya terjadi setelah seorang teman dekat meneruskan undangan ulang tahun dari tante Jesslyn. Pada malam harinya, Evan mengaku masih sempat berkomunikasi dengan Jesslyn sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, situasi berubah ketika Evan mulai tidak dapat menghubungi Jesslyn pada pukul 21.30 WIB, yang mendorongnya untuk mendatangi restoran tempat acara berlangsung.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Setibanya di restoran, ketidakpastian semakin meningkat setelah munculnya kesaksian dari beberapa orang di lokasi kejadian. Saksi menyebutkan bahwa ada peristiwa di mana Jesslyn dibawa secara paksa oleh orang tidak dikenal. Menurut keterangan tersebut, mata Jesslyn diikat dan mulutnya dibekap sebelum akhirnya dimasukkan secara paksa ke dalam sebuah mobil. Guna mencari petunjuk keberadaan calon istrinya, Evan sempat melacak sinyal ponsel Jesslyn. Hasil pelacakan menunjukkan bahwa sinyal ponsel tersebut memancar dari rumah orang tua Jesslyn yang berada di Puri Jimbaran, kawasan Ancol. Evan kemudian melaporkan kejadian ini dan ikut melakukan olah tempat kejadian perkara bersama polisi. Sayangnya, upaya pembuktian visual tidak membuahkan hasil karena perangkat CCTV di restoran tersebut ditemukan dalam kondisi rusak.






