tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Kronologi Penembakan Sekolah Debsirin Nonthaburi Akibat Stres Belajar Siswa

Wahyu SuryaniDiterbitkan 7 Agu 2026 - 22.17 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kronologi Penembakan Sekolah Debsirin Nonthaburi Akibat Stres Belajar Siswa
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Bagaimana kronologi lengkap tragedi penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi Thailand yang diduga dipicu oleh tekanan belajar? Pertanyaan ini menjadi perhatian publik setelah peristiwa kelam yang terjadi pada pagi hari tanggal 7 Agustus 2026 di pinggiran kota Bangkok. Kejadian tragis yang melibatkan seorang siswa berusia 14 tahun ini merenggut nyawa sedikitnya tujuh orang, termasuk guru dan anggota keluarga pelaku, serta melukai lebih dari 30 orang lainnya.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang merangkum rincian peristiwa, latar belakang pelaku, serta dampak dari insiden penembakan tersebut.

Bagaimana kronologi awal peristiwa penembakan ini terjadi?

Peristiwa mematikan ini bermula pada pagi hari tanggal 7 Agustus 2026. Sebelum berangkat ke sekolah, pelaku yang berusia 14 tahun diduga terlebih dahulu menembak mati kedua kakek dan neneknya di rumah. Setelah melakukan tindakan tersebut, pelaku langsung menuju ke Sekolah Debsirin Nonthaburi. Kepanikan mulai melanda lingkungan sekolah sesaat setelah pukul 10.00 waktu setempat ketika tembakan terdengar. Aksi penembakan di area sekolah ini berlangsung selama kurang lebih satu jam. Menurut keterangan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, serangan ini telah dipersiapkan dengan matang karena pelaku sudah menyiapkan langkah-langkah dan sasaran yang jelas.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Siapa saja korban dalam tragedi penembakan ini?

Serangan bersenjata tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia. Korban tewas terdiri dari kedua kakek dan nenek pelaku, serta lima orang guru di lingkungan sekolah. Salah satu guru yang menjadi korban meninggal dunia merupakan pengajar bahasa Thailand, yang juga merupakan alumnus dari sekolah tersebut sebelum kembali sebagai tenaga pengajar. Selain korban tewas, insiden ini juga melukai lebih dari 30 orang. Kengerian saat insiden terjadi sempat disaksikan langsung oleh salah satu siswi berusia 17 tahun bernama Pawarisa Maylissa di lokasi.

Baca Juga

Komitmen Kapolri dan KBPBI dalam Mengawal Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

Komitmen Kapolri dan KBPBI dalam Mengawal Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

Bagaimana kondisi pelaku setelah melancarkan aksinya?

Setelah melancarkan aksinya selama sekitar satu jam, pelaku mengakhiri hidupnya dengan menembak dirinya sendiri. Ketika petugas medis tiba, mereka masih menemukan denyut nadi pada remaja tersebut. Petugas sempat melakukan tindakan resusitasi jantung paru (CPR) dan membawanya menuju rumah sakit. Namun, nyawa remaja tersebut tidak tertolong dan ia meninggal dunia dalam perjalanan. Pihak berwenang juga mengungkapkan bahwa saat melakukan bunuh diri, pelaku masih memiliki lebih dari 30 butir peluru.

Senjata jenis apa yang digunakan pelaku dan dari mana asalnya?

Dalam melakukan aksi penembakan ini, pelaku menggunakan sebuah pistol kaliber 9 mm. Senjata api tersebut diketahui terdaftar secara resmi atas nama kakek pelaku.

Apa faktor yang diduga menjadi pemicu tindakan pelaku?

Baca Juga

Kebakaran Melanda Gedung Dinas Teknis Abdul Muis di Jakarta Pusat, 20 Unit Pemadam Dikerahkan

Kebakaran Melanda Gedung Dinas Teknis Abdul Muis di Jakarta Pusat, 20 Unit Pemadam Dikerahkan

Pihak kepolisian menyatakan bahwa pelaku diduga mengalami tekanan akibat pelajaran di sekolah. Dugaan ini diperoleh berdasarkan keterangan dari teman dekat pelaku. Di sisi lain, seorang guru menggambarkan pelaku sebagai anak yang baik dan memiliki prestasi akademik yang bagus, serta tidak dikenal sebagai pribadi yang agresif. Selain itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand Polpheer Suwannachee mengungkapkan bahwa bukti yang ditemukan di rumah menunjukkan remaja tersebut merupakan penggemar berat video game.

Apakah peristiwa penembakan sekolah sering terjadi di Thailand?

Tragedi di Sekolah Debsirin Nonthaburi ini merupakan insiden penembakan sekolah kedua yang terjadi di Thailand sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, pada bulan Februari 2026, seorang pemuda bersenjata berusia 18 tahun menembak kepala sekolah dan seorang siswi saat penyanderaan di Thailand selatan. Pada Oktober 2022, negara ini juga mengalami tragedi Nong Bua Lamphu ketika seorang pria berusia 34 tahun menewaskan 37 orang, dengan mayoritas korban adalah anak-anak prasekolah. Thailand diketahui memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Bagaimana respons tokoh politik setempat terhadap tragedi ini?

Menanggapi tragedi ini, Pemimpin Oposisi Natthaphong Ruengpanyawut mendesak pemerintah Thailand untuk melakukan reformasi serius. Ia meminta otoritas terkait untuk meninjau secara serius dan sistematis mengenai kebijakan pengendalian senjata api.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

penembakan sekolahkriminalpengendalian senjataberita Thailand

Berita Terbaru Lainnya

Komitmen Kapolri dan KBPBI dalam Mengawal Pembahasan RUU KetenagakerjaanKebakaran Melanda Gedung Dinas Teknis Abdul Muis di Jakarta Pusat, 20 Unit Pemadam DikerahkanPanduan Memantau Informasi Gempa Bumi Jepara Melalui Kanal Digital BMKGKebakaran Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Informasi Penanganan dan Kantor Bapenda DKIMengamankan Infrastruktur Kerja Freelance dari Risiko Gempa Bumi, Belajar dari Peristiwa Laut JawaProyek Infrastruktur Jalan di Nias Utara untuk Mendorong Ekonomi DaerahKiprah Bahlil Lahadalia Sebagai Inspirasi Generasi Muda Menurut Presiden PrabowoPerkembangan Pasar Keuangan Domestik, IHSG dan Rupiah Menguat di Akhir Pekan

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap