PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,2 triliun pada semester pertama. Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 53,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kinerja laba perseroan ditopang oleh perolehan pendapatan bunga bersih yang mencapai sekitar Rp4,6 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 39,5% yoy. Hingga triwulan II-2026, total aset konsolidasi Bank Jatim tercatat menyentuh angka Rp162 triliun, tumbuh 37,16% yoy. Pada fungsi intermediasi, penyaluran kredit konsolidasi tercatat sebesar Rp111 triliun dengan kenaikan 41,68% yoy, sedangkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp120 triliun, naik 31,47% yoy.
Performa Konsolidasi dan Kinerja Bank-Only
Pencapaian laba positif ini berhasil dicapai perseroan di tengah kontraksi DPK yang dipengaruhi oleh berkurangnya Transfer ke Daerah. Apabila dilihat secara bank-only hingga Juli 2026, Bank Jatim mencatatkan total aset sebesar Rp98 triliun dan penghimpunan DPK sebesar Rp72,9 triliun.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sementara itu, penyaluran kredit secara bank-only tercatat sebesar Rp66,4 triliun per Juli 2026, atau mengalami kontraksi sebesar 2,6% yoy. Kendati demikian, segmen konsumtif, khususnya kredit berbasis payroll, dinilai masih mempertahankan prospek pertumbuhan yang positif bagi perseroan.
Dukungan Ekonomi Makro dan Arah Strategis
Kinerja keuangan perseroan berjalan selaras dengan kondisi makroekonomi yang terus bergerak positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia per Juni 2026 berada di level 5,29% yoy. Di tingkat regional, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh kumulatif sebesar 5,84%, sekaligus menyumbang 25,40% terhadap perekonomian Pulau Jawa serta 14,34% terhadap perekonomian nasional.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Dalam merespons dinamika pasar dan kebutuhan masyarakat, Bank Jatim menerapkan sejumlah strategi adaptasi bisnis. Langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola, pengelolaan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, pengembangan sumber daya manusia, percepatan adopsi teknologi dan digitalisasi, hingga penguatan sinergi dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB).






