PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan signifikan sepanjang semester I 2026. Emiten farmasi tersebut mengantongi laba bersih senilai Rp15,29 miliar, melejit 542,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,38 miliar.
Pertumbuhan laba bersih tersebut turut mengerek laba per saham dasar perseroan menjadi Rp18 per lembar, naik berlipat dari posisi sebelumnya yang tercatat Rp3 per lembar.
Faktor Pendorong Kenaikan Laba Phapros
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, menjelaskan bahwa penguatan kinerja perseroan pada paruh pertama 2026 didukung oleh tiga faktor utama. Pendorong tersebut mencakup peningkatan volume penjualan, perbaikan margin laba kotor melalui optimalisasi portofolio produk, serta penerapan efisiensi operasional pada proses produksi di pabrik.
Dari sisi pendapatan, PEHA membukukan penjualan bersih sebesar Rp482,85 miliar, meningkat dari capaian periode sama tahun lalu yang sebesar Rp458,23 miliar. Pada saat yang sama, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp239,35 miliar, naik tipis dari posisi sebelumnya Rp238,46 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kombinasi pertumbuhan penjualan dan efisiensi produksi mendorong laba kotor perseroan naik menjadi Rp243,49 miliar dari sebelumnya Rp219,76 miliar.
Rincian Pos Operasional dan Posisi Keuangan
Di pos operasional, beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp200,18 miliar, naik dari Rp180,93 miliar. Kendati beban operasional meningkat, perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp43,55 miliar, tumbuh dibandingkan capaian semester I tahun lalu senilai Rp35,06 miliar.
Kinerja perseroan juga terbantu oleh pemulihan pos pendapatan lain-lain yang berbalik positif menjadi Rp250 juta, dari posisi sebelumnya yang minus Rp3,76 miliar. Selain itu, penghasilan keuangan melonjak menjadi Rp1,25 miliar dari Rp340,79 juta, sementara beban keuangan berhasil ditekan menjadi Rp22,86 miliar dari Rp24,73 miliar.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Hingga akhir paruh pertama 2026, total aset Phapros mencapai Rp1,45 triliun, naik dari Rp1,38 triliun pada akhir tahun sebelumnya. Total ekuitas perseroan tumbuh menjadi Rp438,23 miliar dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp427,47 miliar, sedangkan total liabilitas berada di level Rp1,01 triliun dari posisi akhir 2025 sebesar Rp959,7 miliar.
Melihat tren kinerja keuangan yang menguat, manajemen Phapros menargetkan pertumbuhan laba perseroan tetap berada di atas dua digit hingga penutupan tahun buku 2026.






