Kinerja keuangan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Group mencatatkan tren positif dengan kenaikan laba usaha sebesar 10 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Badan Pengelola BUMN (BP BUMN), yang sekaligus menginstruksikan perseroan untuk terus memperkuat mutu layanan publik dan kesehatan fundamental keuangannya.
Arahan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama jajaran Direksi InJourney Group di Gedung BP BUMN pada 15 September 2026. Dalam kesempatan itu, BP BUMN dan BPI Danantara meminta manajemen InJourney mempertahankan disiplin operasional di tengah proses transformasi ekosistem pariwisata dan aviasi nasional.
Kinerja Pendapatan dan Target Penurunan Utang
Hingga posisi Agustus 2026, InJourney membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 6,1 persen. Tren pertumbuhan pendapatan secara year-to-date berada stabil pada rentang 5 hingga 6 persen sepanjang Juli dan Agustus. Kinerja profitabilitas grup juga ditopang oleh pertumbuhan EBITDA sebesar 1,7 persen serta laba bersih (income) yang menembus Rp1,27 triliun atau naik 10,9 persen.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Selain mendorong pendapatan, pembenahan struktur modal dan penyehatan neraca menjadi agenda prioritas. Setelah berhasil menurunkan kewajiban utang sekitar Rp5 triliun pada tahun lalu, BP BUMN menargetkan pemangkasan utang InJourney dapat melampaui angka Rp5 triliun pada tahun ini.
Di tingkat anak usaha, Danantara menargetkan seluruh entitas di bawah naungan InJourney Group sudah mampu mencatatkan laba operasional dan posisi ekuitas positif pada tahun depan.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Konsolidasi Hotel BUMN Akhir 2026
Sebagai bagian dari agenda restrukturisasi portofolio BUMN pariwisata, InJourney Group melalui PT Hotel Indonesia Natour (HIN) ditargetkan mulai memegang kendali pengelolaan operasional hotel-hotel milik negara yang dikonsolidasikan pada akhir 2026.
Langkah integrasi manajemen hotel pelat merah ini diproyeksikan memperkuat standarisasi layanan perhotelan nasional, menekan inefisiensi, dan mempercepat pencapaian target profitabilitas konsolidasian grup di masa mendatang.






