Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI (Kemenko Pangan) resmi memulai Pilot Project Penanaman Kedelai seluas 25 hektare di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Luas lahan percontohan budidaya komoditas pangan ini diproyeksikan bakal ditingkatkan menjadi 100 hektare pada 2027 mendatang.
Inisiatif pengembangan lahan di Cariu tersebut merupakan langkah strategis lintas sektor untuk mendongkrak kapasitas produksi kedelai dalam negeri. Dalam pelaksanaannya, Kemenko Pangan menggandeng sejumlah pihak, meliputi Kementerian Pertanian (Kementan), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, PT Pupuk Indonesia (Persero), serta Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo).
Tekan Ketergantungan Impor Kedelai Nasional
Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Kemenko Pangan Gunawan menjelaskan bahwa proyek percontohan ini dirancang guna mengurangi tingginya ketergantungan impor kedelai yang saat ini masih mencakup sekitar 95 persen dari total kebutuhan nasional.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kesenjangan antara produksi lokal dan konsumsi domestik tergolong signifikan. Pada tahun 2025, realisasi produksi kedelai dalam negeri baru mencapai kisaran 79 ribu ton, padahal total kebutuhan nasional menyentuh 2,72 juta ton. Tren konsumsi ini diproyeksikan terus meningkat, dengan estimasi kebutuhan sebesar 2,79 juta ton pada 2026 dan menembus 3 juta ton pada 2029.
Selain ditujukan untuk menghasilkan kedelai konsumsi, Gunawan menyebut lahan Cariu difokuskan untuk memperkuat pasokan benih berkualitas. Ketersediaan benih mandiri tersebut disiapkan sebagai fondasi utama guna menopang rencana perluasan areal tanam pada tahun-tahun berikutnya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Fasilitas Produksi dan Kepastian Pasar
Aktivitas penanaman di lahan Cariu ditunjang oleh penyediaan sarana dan prasarana produksi yang lengkap. Fasilitas yang disalurkan mencakup benih varietas unggul, pupuk, pestisida, pompa air, hingga unit traktor guna menunjang operasional pertanian di lapangan.
Dari sisi hilir, rantai pasok hasil panen telah diintegrasikan dengan mitra penyerap. Seluruh hasil panen kedelai dari proyek percontohan Cariu akan langsung diserap oleh Gakoptindo sebagai off-taker. Hasil panen tersebut nantinya dialokasikan untuk pembenihan lanjutan serta didistribusikan sebagai bahan baku utama bagi para perajin industri tahu dan tempe.






