Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang sangat kuat pada hari perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini mengakhiri sesi perdagangan dengan lonjakan 1,37 persen atau bertambah 85,12 poin ke level 6.319,61. Sejak awal pembukaan di posisi 6.254,78, pergerakan indeks terpantau cukup dinamis dengan fluktuasi yang bergerak di rentang batas bawah 6.238,40 hingga menyentuh batas atasnya di level 6.319,61 sesaat sebelum penutupan pasar. Lonjakan signifikan ini didorong oleh aksi beli bersih yang dilakukan oleh investor asing.
Kenaikan IHSG ini membawa dampak langsung pada peningkatan nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kini terkerek naik hingga mencapai angka Rp11.054,63 triliun. Aktivitas perdagangan sepanjang hari itu tergolong sangat padat, dengan volume transaksi yang tercatat mencapai 33,48 miliar lembar saham. Nilai transaksi keseluruhan menyentuh angka Rp12,95 triliun dengan frekuensi perdagangan yang terjadi sebanyak 2.126.905 kali. Kekuatan pasar kali ini didominasi oleh pergerakan positif mayoritas saham, di mana sebanyak 399 saham tercatat mengalami penguatan, sementara 224 saham mengalami pelemahan, dan sebanyak 170 saham lainnya bergerak stagnan tanpa mengalami perubahan harga.
Melihat peta transaksi yang terjadi, investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy secara akumulatif senilai Rp623,48 miliar di seluruh pasar perdagangan. Jika diteliti lebih lanjut berdasarkan pembagian pasarnya, pelaku pasar asing mencatatkan transaksi beli bersih yang cukup masif di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp741,19 miliar. Sebaliknya, di pasar tunai dan negosiasi, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai sebesar Rp117,71 miliar. Secara proporsional, transaksi yang dilakukan oleh investor asing berkontribusi sebesar 32,90 persen dari keseluruhan volume transaksi di bursa, sedangkan investor domestik masih tetap mendominasi jalannya perdagangan dengan porsi transaksi mencapai 67,10 persen.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sektor perbankan menjadi motor penggerak utama sekaligus tujuan utama aliran dana asing pada perdagangan kali ini. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas sebagai saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai net foreign buy mencapai Rp404,43 miliar. Dampak dari akumulasi ini membuat harga saham BBCA menguat sebesar 3,17 persen dan ditutup pada level Rp6.500 per lembar saham. Menyusul di posisi kedua adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatatkan net buy asing senilai Rp129,87 miliar, dengan harga saham yang terkerek naik 2,16 persen menjadi Rp4.260 per lembar. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berada di urutan berikutnya dengan torehan net buy asing sebesar Rp116,06 miliar, yang sekaligus mendorong harga sahamnya naik 1,32 persen ke level Rp3.060 per lembar saham.
Kenaikan tidak hanya terbatas pada tiga bank besar tersebut. Beberapa emiten perbankan lainnya juga mencatatkan kinerja positif yang signifikan. Saham BBNI terpantau melesat sebesar 3,98 persen untuk parkir di level Rp3.660 per lembar saham. Selanjutnya, saham BBTN juga ikut mengalami kenaikan sebesar 1,24 persen, membawa harganya ke level Rp1.225 per lembar saham pada akhir sesi perdagangan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Di luar sektor perbankan, sejumlah saham berkapitalisasi besar dari sektor lainnya juga turut menikmati zona hijau pada perdagangan hari tersebut. Saham TLKM tercatat mengalami penguatan sebesar 1,82 persen sehingga harganya naik ke level Rp2.790 per lembar saham. Perusahaan konglomerasi ASII juga membukukan kenaikan sebesar 1,49 persen ke level Rp5.125 per lembar saham. Tidak ketinggalan, saham UNTR juga ikut menguat tipis sebesar 0,84 persen untuk menetap di posisi Rp24.000 per lembar saham pada penutupan perdagangan.
Berdasarkan rujukan data dari platform RTI Business dan Stockbit, pergerakan pasar modal yang dinamis ini memperlihatkan tingginya minat asing terhadap saham unggulan di Indonesia. Kinerja positif pada perdagangan kali ini mencerminkan tingginya aktivitas transaksi di bursa domestik. Bagi pelaku ekonomi digital dan investor, fluktuasi angka seperti volume transaksi, nilai kapitalisasi, hingga porsi kepemilikan asing menjadi indikator penting dalam memantau tren pasar modal. Pergeseran aliran dana ini menunjukkan bagaimana saham perbankan dan sektor lainnya tetap menjadi perhatian utama dalam aktivitas investasi di Bursa Efek Indonesia.






