tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Berita

Langkah Menghadapi Wacana Efisiensi ASN Akibat Perkembangan AI Menurut Komisi II DPR

Lidya RumbayanDiterbitkan 25 Agu 2026 - 08.41 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah Menghadapi Wacana Efisiensi ASN Akibat Perkembangan AI Menurut Komisi II DPR
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Pemerintah didorong untuk segera menyiapkan strategi besar (grand strategy) guna menghadapi berbagai dinamika transformasi dan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di lingkungan birokrasi. Dorongan tersebut disampaikan oleh anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, menanggapi pembahasan mengenai potensi efisiensi kinerja dan jumlah aparatur sipil negara (ASN) seiring kemajuan teknologi digital.

Irawan menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi baru di sektor pemerintahan tidak serta-merta diartikan sebagai langkah pemangkasan atau pengurangan jumlah ASN secara otomatis. Perubahan yang terjadi lebih tepat dimaknai sebagai langkah penyesuaian kebutuhan demi mengoptimalkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat luas.

Meninjau Sorotan Parlemen Terhadap Efisiensi Kinerja ASN dan AI

Wacana efisiensi ASN ini sebelumnya mengemuka dalam rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (24/8/2026). Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf menyoroti sejauh mana pemanfaatan teknologi, termasuk AI, memengaruhi pola kerja dan formasi aparatur negara.

Dede Yusuf memberikan gambaran konkret bahwa pekerjaan administratif tertentu kini mengalami pergeseran signifikan akibat efisiensi teknologi, antara lain:

1. Pembuatan Materi Presentasi Jika pada masa sebelumnya penyusunan sebuah presentasi memerlukan keterlibatan dua hingga tiga orang staf, pemanfaatan AI saat ini membuat alokasi staf sebanyak itu tidak lagi diperlukan untuk tugas yang sama.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

1. Rasionalisasi Beban Kerja di Tingkat Kecamatan Melalui penerapan digitalisasi dan teknologi pendukung lainnya, penataan kebutuhan pegawai di tingkat kantor kecamatan dinilai berpotensi dirampingkan dari yang semula memerlukan puluhan orang menjadi cukup 15 hingga 20 orang saja.

Melalui gambaran tersebut, Dede Yusuf mempertanyakan kesiapan pemerintah serta arah kebijakan ke depan, khususnya mengenai apakah jumlah formasi ASN akan tetap banyak atau justru mengalami pengurangan akibat implementasi teknologi secara bertahap.

Memahami Strategi Penyesuaian Formasi Berbasis Asesmen Pemerintah

Menanggapi pandangan mengenai potensi perampingan tersebut, Ahmad Irawan memaparkan beberapa aspek fundamental terkait manajemen formasi dan adopsi AI di tubuh birokrasi:

1. Menjadikan Asesmen Resmi Pemerintah sebagai Dasar Keputusan Keputusan mengenai penambahan maupun pengurangan jumlah ASN tidak dilakukan secara sepihak atau serta-merta, melainkan sepenuhnya bergantung pada hasil asesmen objektif pemerintah. Asesmen ini yang menentukan pos mana saja yang memang perlu ditambah atau dikurangi formasinya sesuai kebutuhan riil pelayanan.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

1. Mengidentifikasi Peran yang Membutuhkan Sumber Daya Manusia Tidak semua posisi dan fungsi aparatur sipil negara dapat digantikan oleh teknologi AI. Terdapat bidang-bidang tugas tertentu dalam pemerintahan yang secara mutlak tetap membutuhkan kehadiran langsung sumber daya manusia.

1. Menyusun Grand Strategi Penyesuaian Teknologi Pemerintah dituntut menyiapkan rencana komprehensif atau grand strategy untuk memetakan arah perkembangan teknologi, penyesuaian kompetensi pegawai, serta integrasi sistem kerja baru agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Menjaga Keseimbangan Antara Adopsi Teknologi dan Kebutuhan Nyata Birokrasi

Penerapan teknologi kecerdasan buatan di lingkungan instansi pemerintah pada hakikatnya diarahkan untuk menunjang efektivitas dan akselerasi kerja, bukan semata-mata meniadakan peran pegawai. Mengingat sebagian besar fungsi layanan tetap memerlukan keterlibatan aktif manusia, evaluasi berkala dan asesmen menyeluruh dari pemerintah menjadi penentu utama dalam menata struktur aparatur sipil negara di masa depan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Komisi II DPRASN

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap