Insiden ledakan di kompleks militer Viacha, Bolivia, menelan sedikitnya tujuh korban jiwa dan melukai puluhan orang. Menteri Kesehatan Bolivia Marcela Flores mengonfirmasi sebanyak 84 pasien telah mendapatkan penanganan medis pascakejadian, dengan 31 orang di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Selain korban tewas dan luka-luka, operasi pencarian masih berlangsung untuk menyisir korban yang belum ditemukan. Komandan Angkatan Darat Bolivia Hector Alarc贸n menyampaikan pada Senin (7/9/2026) bahwa prioritas utama militer saat ini adalah menemukan tujuh orang personel yang masih berstatus hilang demi kepastian pihak keluarga.
Pacu Inovasi, Apresiasi Pemda Berprestasi Hadir di Sulawesi

Peristiwa tersebut bermula pada Jumat (4/9) sekitar pukul 14.30 waktu setempat (18.30 GMT) di fasilitas militer yang berjarak sekitar 30 kilometer dari La Paz. Titik ledakan teridentifikasi berada di area penyimpanan material piroteknik markas tentara setempat.
Presiden Bolivia Rodrigo Paz menyatakan dugaan awal mengarah pada kecelakaan kerja saat prosedur penanganan bahan peledak yang tersimpan di dalam pangkalan militer. Pihak berwenang kini masih menjalankan penyelidikan resmi untuk memastikan faktor penyebab pastinya.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Pemerintah Bolivia telah menetapkan masa berkabung nasional atas tragedi ini dan meminta masyarakat tidak mempolitisasi musibah tersebut. Bersamaan dengan investigasi, Angkatan Bersenjata Bolivia mulai mengevaluasi ulang seluruh protokol keselamatan pangkalan untuk meminimalkan risiko bahaya bagi personel militer maupun warga yang tinggal di kawasan sekitar.






