tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Finansial

Likuiditas Perbankan Masih Ketat, Pertumbuhan Kredit Belum Merata

Ance ManoppoDiterbitkan 4 Sep 2026 - 00.58 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Likuiditas Perbankan Masih Ketat, Pertumbuhan Kredit Belum Merata
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Penyaluran kredit perbankan nasional terus mencatatkan ekspansi hingga awal semester kedua 2026, meski ruang likuiditas industri masih dibayangi kondisi yang relatif ketat dan penyaluran pembiayaan belum terdistribusi merata ke seluruh segmen.

Berdasarkan data Juli 2026, pertumbuhan kredit perbankan tercatat mencapai 13,58% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang berada di level 12,7% yoy. Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan hingga Juni 2026 tumbuh sebesar 10,2% yoy.

Kesenjangan laju pertumbuhan antara kredit dan simpanan tersebut tecermin pada rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) industri perbankan yang bertengger di kisaran 88%. Rasio ini mengonfirmasi bahwa ketersediaan likuiditas perbankan masih berada dalam posisi ketat.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Penopang DPK dan Ketimpangan Segmen Penyaluran

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), struktur pertumbuhan simpanan perbankan yang cukup tinggi utamanya ditopang oleh nasabah segmen tier atas, yaitu kelompok simpanan dengan saldo nominal di atas Rp5 miliar. Sebaliknya, laju pertumbuhan simpanan untuk kelompok nominal lainnya terpantau relatif datar atau cenderung mengalami perlambatan.

Kondisi serupa terjadi pada sisi penyaluran pembiayaan. Pertumbuhan kredit perbankan masih sangat terkonsentrasi pada segmen korporasi yang mencatatkan ekspansi signifikan hingga sekitar 20%. Sementara itu, penyaluran kredit ke sektor konsumer serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih bergerak relatif lambat.

Tantangan pada segmen skala kecil turut terlihat dari sisi kualitas aset. Tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) perbankan tertinggi masih tercatat berada pada portofolio UMKM dan ritel. Kendati demikian, Bank Mandiri mencatat bahwa tanda-tanda stabilisasi kualitas aset sudah mulai tampak dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Tekanan Eksternal dan Prospek Likuiditas

Pengetatan likuiditas di pasar domestik juga dipengaruhi oleh faktor eksternal dan neraca transaksi. Kinerja perdagangan Indonesia sempat mencatatkan defisit pada Mei dan Juni, yang kemudian diperberat oleh terjadinya arus modal keluar (capital outflow).

Ke depan, Bank Mandiri memproyeksikan kondisi likuiditas perbankan akan berangsur membaik secara bertahap. Perbaikan likuiditas tersebut diperkirakan terjadi seiring dengan masuknya dukungan bauran kebijakan pemerintah, baik melalui instrumen fiskal maupun pelonggaran moneter.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kredit UMKMPertumbuhan Kredit

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap