tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Limpahan Rezeki El Nino bagi Petani Garam Tradisional Cirebon

Sri NugrohoDiterbitkan 6 Agu 2026 - 15.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Limpahan Rezeki El Nino bagi Petani Garam Tradisional Cirebon
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Fenomena iklim El Nino membawa dampak yang sangat kontras di berbagai sektor wilayah Indonesia. Ketika sebagian besar sektor pertanian tanaman pangan mengalami kesulitan akibat ancaman kekeringan dan penurunan hasil panen, para petani garam di pesisir Cirebon justru merasakan berkah peningkatan produksi. Pola cuaca yang lebih panas dan kering ini memicu lonjakan hasil panen yang sangat tajam. Pada bulan Juli, lebih dari separuh wilayah musim di Indonesia telah melewati musim kemarau yang lebih panjang dari perkiraan semula. Puncak dari musim kemarau diprediksi berlangsung pada bulan Agustus, dengan peringatan dari badan meteorologi bahwa kondisi El Nino diperkirakan berlanjut hingga awal tahun 2027.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Bagi wilayah Cirebon yang memiliki hamparan tambak garam seluas sekitar 1.400 hektare, cuaca kering merupakan faktor penentu keberhasilan produksi. Wilayah ini tercatat sebagai salah satu dari 10 daerah sentra produksi garam di Indonesia. Metode pembuatan garam di daerah ini sebagian besar masih mengandalkan cara tradisional, yakni menguapkan air laut di tambak-tambak pesisir selama musim kemarau. Keberadaan sinar matahari penuh sangat penting karena hujan ringan sekalipun dapat mengganggu proses penguapan serta menurunkan kualitas maupun jumlah produksi garam.

Lonjakan produksi pada periode kemarau tahun ini tercatat sangat signifikan. Sudiharjo, seorang pejabat dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, mengonfirmasi bahwa produksi garam di wilayah tersebut mencapai hampir 600 metrik ton sepanjang bulan Juli. Angka ini melonjak tajam dibandingkan capaian periode yang sama pada tahun lalu yang hanya berkisar antara 25 hingga 30 ton. Dengan perkiraan cuaca kering yang akan bertahan hingga bulan Oktober, hasil panen garam di Cirebon diprediksi akan semakin melimpah.

Baca Juga

Data dan Statistik Pasar Kerja Jawa Tengah per Mei 2026

Data dan Statistik Pasar Kerja Jawa Tengah per Mei 2026

Bagi para pekerja tambak seperti Darminto, seorang petani garam berusia 39 tahun di Cirebon, musim kemarau yang panjang menjadi tumpuan harapan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Darminto berharap kondisi cuaca panas ini berlangsung lebih lama agar ia bisa memperoleh lebih banyak uang, menyimpan stok garam yang cukup, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Optimisme serupa disampaikan oleh Dadang Darmawan (45) selaku Ketua Kelompok Petani Garam Cirebon. Ia menyebutkan bahwa para petani bahkan berharap El Nino datang setiap tahun karena mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan. Di sisi lain, dampak kekeringan secara nasional tetap perlu diwaspadai, terlihat dari terdeteksinya lebih dari 5.000 titik panas di berbagai wilayah Indonesia hingga bulan lalu.

Bagaimana pengaruh cuaca panas ekstrem terhadap proses pembuatan garam tradisional di Cirebon? Produksi garam tradisional sangat bergantung pada penguapan air laut di tambak pesisir yang memanfaatkan panas matahari secara langsung. Kondisi cuaca yang terik dan minim awan mempercepat proses kristalisasi air laut menjadi garam. Sebaliknya, apabila turun hujan meski dengan intensitas ringan, proses penguapan akan terganggu sehingga volume panen menyusut dan kualitas kristal garam menurun.

Seberapa besar perbandingan lonjakan panen garam di Cirebon pada periode El Nino ini? Peningkatan produksi tercatat sangat drastis. Sepanjang bulan Juli, total produksi garam di Kabupaten Cirebon mencapai hampir 600 metrik ton. Jumlah tersebut melonjak berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan hasil panen pada bulan Juli tahun sebelumnya yang hanya menghasilkan sekitar 25 sampai 30 ton.

Baca Juga

Saham Bank BUMN Ramai Dikoleksi Asing di Tengah Stagnasi IHSG Sesi I

Saham Bank BUMN Ramai Dikoleksi Asing di Tengah Stagnasi IHSG Sesi I

Bagaimana sifat pendapatan yang diperoleh petani dari hasil panen garam musiman ini? Pendapatan petani garam sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan siklus musim sehingga tidak bersifat tetap sepanjang tahun. Para petani memanfaatkan masa kemarau panjang ini untuk memaksimalkan produksi, menambah pemasukan, serta mengumpulkan cadangan garam guna menopang kebutuhan ekonomi keluarga sebelum musim produksi berakhir saat musim hujan tiba.

Bagaimana proyeksi cuaca untuk sentra garam Cirebon dan wilayah Indonesia ke depan? Kondisi cuaca kering di Cirebon diperkirakan masih akan bertahan hingga bulan Oktober, yang membuka peluang panen garam menjadi kian melimpah. Sementara itu, untuk skala nasional, badan meteorologi memperingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih akan berlanjut hingga awal tahun 2027.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

El NinoPendapatan PetaniCirebonproduksi garamtambak garam

Berita Terbaru Lainnya

Data dan Statistik Pasar Kerja Jawa Tengah per Mei 2026Saham Bank BUMN Ramai Dikoleksi Asing di Tengah Stagnasi IHSG Sesi I5 Fakta Promo Liburan Tengah Tahun Bank Mega 2026Upaya Yayasan Astra Memperkuat Rantai Pasok Otomotif dan Kompetensi Vokasi Melalui UMKMPenyebab Ular Kobra Menelan Pisau Dapur di Karanganyar Menurut Pakar Biologi UGMPutusan Mahkamah Konstitusi Soal Pilkada Langsung dan Tanggapan Ketua Umum PPPPengembangan Food Estate Kalimantan Tengah Melalui Manajemen Risiko Lintas SektorBareskrim Bongkar Jaringan Penyelundupan Etomidate Asal Thailand di Apartemen Pluit

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap