Fenomena iklim El Nino membawa dampak yang sangat kontras di berbagai sektor wilayah Indonesia. Ketika sebagian besar sektor pertanian tanaman pangan mengalami kesulitan akibat ancaman kekeringan dan penurunan hasil panen, para petani garam di pesisir Cirebon justru merasakan berkah peningkatan produksi. Pola cuaca yang lebih panas dan kering ini memicu lonjakan hasil panen yang sangat tajam. Pada bulan Juli, lebih dari separuh wilayah musim di Indonesia telah melewati musim kemarau yang lebih panjang dari perkiraan semula. Puncak dari musim kemarau diprediksi berlangsung pada bulan Agustus, dengan peringatan dari badan meteorologi bahwa kondisi El Nino diperkirakan berlanjut hingga awal tahun 2027.








