Penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi, Lintasarta, memperkenalkan solusi Bandwidth on Demand (BWoD) untuk menjawab kebutuhan perbankan terhadap infrastruktur jaringan yang lebih fleksibel. Solusi ini memungkinkan sektor perbankan menyesuaikan kapasitas jaringan secara mandiri sesuai dinamika transaksi dan operasional.
Peluncuran inovasi tersebut diumumkan dalam forum Lintasarta Executive Dialogue bertajuk "Mastering Digital Infrastructure in the Intelligent Banking Era Through Bandwidth on Demand (BWoD)" di Jakarta pada Kamis (10/9). Forum ini mempertemukan jajaran pimpinan asosiasi perbankan seperti HIMBARA, PERBANAS, dan ASBANDA, perwakilan regulator dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta manajemen direksi Lintasarta.
President Director dan CEO Lintasarta Armand Hermawan menjelaskan bahwa transformasi konektivitas di industri keuangan didorong oleh lonjakan kebutuhan data pada periode tertentu. Kebutuhan bandwidth perbankan umumnya melonjak saat penutupan buku akhir bulan (month-end), akhir tahun (year-end closing), pemrosesan payroll, pengujian disaster recovery, peluncuran aplikasi baru, hingga kondisi darurat tak terduga. Untuk itu, konektivitas modern dinilai memerlukan empat pilar utama: Agile, Scalable, Resilient, dan Ready menghadapi masa puncak transaksi dan regulasi.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Penyesuaian Kapasitas Mandiri Lewat ULTIMA
Melalui solusi BWoD, nasabah korporasi perbankan tidak lagi harus melewati proses pemesanan manual maupun pemasangan perangkat baru saat membutuhkan tambahan jaringan. Setelah instalasi dan setup awal diselesaikan, bank dapat mengelola kapasitas jaringan secara mandiri melalui aplikasi ULTIMA.
Layanan BWoD mampu mendukung peningkatan bandwidth hingga 1.000 Mbps pada tingkatan (tier) tertentu, bergantung pada paket berlangganan yang digunakan. Secara arsitektur, BWoD merupakan bagian dari implementasi Lintasarta Intelligent Core yang menghubungkan pelanggan, Super Apps ULTIMA, Intelligent Core Engine, serta jaringan inti guna mendukung eksekusi seketika (real-time execution) dan pengambilan keputusan otomatis (autonomous decisioning).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Jangkauan Operasional dan Dukungan Regulasi
Pada tahap awal di tahun 2026, solusi BWoD telah tersedia di 84 kota di Pulau Jawa, dengan rencana ekspansi jaringan yang akan diperluas ke berbagai wilayah Indonesia secara bertahap.
Penguatan infrastruktur digital perbankan ini sejalan dengan arah pengawasan industri keuangan. Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022–2026, Sophia Isabella Wattimena, menegaskan bahwa keandalan dan penguatan infrastruktur teknologi menjadi elemen penting dalam menjaga ketahanan operasional serta keberlanjutan transformasi digital perbankan nasional.






