Peningkatan kualitas layanan perbankan daerah dan percepatan penyaluran kredit bagi pelaku UMKM terus didorong melalui modernisasi teknologi di tingkat perbankan daerah. Langkah ini krusial mengingat Bank Pembangunan Daerah (BPD) memegang peranan strategis dalam perputaran roda ekonomi lokal di berbagai penjuru Indonesia.
Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital BPD melalui pembangunan fondasi digital yang berdaulat, aman, dan terintegrasi. Penguatan ini menjadi penting karena tingkat kematangan digital antar-BPD saat ini tercatat masih beragam, baik dari aspek kesiapan infrastruktur, kapabilitas keamanan siber, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), hingga ketersediaan talenta digital.
Komitmen dukungan tersebut diwujudkan melalui agenda BPD Summit 2026 yang akan mempertemukan jajaran BPD dari seluruh Indonesia pada 5 hingga 7 Agustus 2026 di Semarang. Melalui forum ini, Lintasarta menegaskan perannya sebagai Beyond AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison Group dalam membangun ekosistem digital nasional yang kokoh.
Integrasi Ekosistem lewat Tiga Pilar Strategis
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menyampaikan bahwa transformasi digital BPD membutuhkan fondasi yang tidak hanya modern, tetapi juga berkelanjutan. Lintasarta menghadirkan Lintasarta Intelligent Core sebagai fondasi digital yang mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) ke dalam satu ekosistem yang aman, terhubung, dan andal.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Fondasi teknologi tersebut dibangun di atas tiga prinsip utama:
- Sovereign, melalui infrastruktur dan AI berdaulat guna menjamin kedaulatan data perbankan.
- Integrated, lewat solusi menyeluruh dari hulu ke hilir yang menyatukan kapabilitas digital dalam satu kesatuan.
- Seamless Experience, guna memastikan pengalaman pengguna yang mulus bagi nasabah maupun internal bank.
Dukungan Lintasarta terhadap perbankan daerah dirancang melalui tiga pilar terstruktur. Pilar pertama berfokus pada penyediaan platform digital melalui Intelligent Core. Pilar kedua mencakup penerapan use case AI untuk menjawab prioritas di daerah, seperti mitigasi dan pencegahan fraud, penguatan kapabilitas keamanan siber, penilaian kelayakan kredit UMKM, serta peningkatan mutu layanan pelanggan.
Langkah ini turut menyasar pembenahan sektor keamanan informasi. Saat ini, tingkat kematangan Cybersecurity dan Security Operations Center (SOC) di setiap BPD masih berbeda-beda, sehingga memerlukan pendekatan yang lebih proaktif, terintegrasi, dan didukung teknologi cerdas.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Pilar ketiga menyasar penguatan sumber daya manusia melalui program pengembangan talenta digital daerah. Inisiatif ini melibatkan langsung pihak BPD serta kalangan mahasiswa perguruan tinggi di wilayah operasional masing-masing bank.
Strategi tiga pilar ini dirancang selaras dengan arah Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 yang diusung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya pada agenda akselerasi transformasi digital serta penguatan peran BPD dalam menopang perekonomian daerah maupun nasional.






