Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah bersama tim gabungan langsung mengerahkan personel dan alat untuk mengevakuasi korban serta membuka akses wilayah pascainsiden tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada Minggu (13/9).
Bencana longsor terparah menerjang Desa Sanehen di Kecamatan Silih Nara. Material longsor menimbun sebuah rumah milik Aliyah (74) yang saat kejadian tengah menjadi lokasi penyelenggaraan arisan keluarga. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah kerabat dari Desa Paya Reje dan Kampung Bintang.
Akibat tertimbun material tanah, seorang anak berusia sembilan tahun bernama Nazila asal Desa Paya Reje dinyatakan meninggal dunia. Jenazah korban meninggal telah dibawa pulang ke rumah duka di Desa Paya Reje.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengonfirmasi total korban luka mencapai 13 orang. Para korban luka meliputi enam orang warga Desa Sanehen dan tujuh orang lainnya berasal dari luar desa tersebut. Seluruh korban luka saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Datu Beru, Aceh Tengah, guna mendapatkan perawatan medis.
Dampak kerusakan fisik di Desa Sanehen mencakup dua unit rumah rusak berat, satu unit rusak sedang, serta satu unit rumah lainnya terimbas longsoran.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain merusak pemukiman warga, longsor turut melanda infrastruktur jalan di beberapa titik lain di Aceh Tengah. Jalur Takengon-Bintang di area Pagar Merah sempat tertutup material tanah sebelum berhasil dibersihkan oleh tim gabungan, sehingga kendaraan dapat melintas kembali sekitar pukul 20.00 WIB.
Sementara itu, longsor di jalur Pepalang-Berawang Gading di sekitar Kampung Kuyun tidak hanya menutup badan jalan tetapi juga merusak fasilitas jembatan aramco. Meskipun material timbunan longsor di jalan sudah disingkirkan, perbaikan jembatan belum dapat diselesaikan pada malam hari sehingga akses transportasi di ruas tersebut masih terganggu.






