Penindakan terhadap jaringan narkoba yang dilakukan oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, menghadapi aksi perlawanan dari pihak jaringan narkoba. Penggerebekan yang melibatkan jaringan narkoba tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Agustus 2026. Petugas telah melancarkan operasi penindakan di area Kampung Bahari sejak waktu subuh. Langkah penegakan hukum ini diwarnai dengan situasi tegang akibat adanya perlawanan sengit dari kelompok yang merupakan para loyalis seorang bandar narkoba.
Awal mula upaya penindakan tersebut berawal ketika petugas dari BNN berhasil menangkap sosok bos narkoba yang diidentifikasi berinisial MR. Petugas pada awalnya mengamankan tersangka bos narkoba berinisial MR di area sekitar Kampung Bahari. Setelah berhasil melakukan penangkapan awal terhadap MR di sekitar kawasan tersebut, petugas BNN tidak langsung menyudahi operasi, melainkan membawa tersangka MR masuk ke bagian dalam permukiman Kampung Bahari untuk kepentingan pengembangan kasus lebih lanjut.
Mengenai alur dan kronologi penangkapan tersebut, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan, memberikan pernyataan resmi. Roy mengonfirmasi bahwa petugas memboyong MR ke dalam lokasi permukiman Kampung Bahari agar tersangka dapat menunjukkan titik dan lokasi di mana tempat dia menyimpan narkoba. Roy menjelaskan proses tersebut secara langsung, "Awalnya kita tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kita bawa ke dalam untuk pengembangan."
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Akan tetapi, saat para petugas BNN hendak melangkah masuk bersama MR untuk menunjukkan lokasi tempat penyimpanan narkoba tersebut, situasi di kawasan Kampung Bahari mendadak menjadi tidak kondusif. Petugas mendapatkan perlawanan dari para loyalis bandar narkoba MR. Anggota dari jaringan narkoba tersebut melakukan serangan dengan cara menembaki para petugas yang bertugas menggunakan mercon dan petasan.
Serangan berupa lemparan dan tembakan mercon serta petasan dari kelompok jaringan narkoba ini langsung direspons oleh petugas di lapangan. Petugas membalas perlawanan dari para loyalis MR tersebut dengan melepaskan tembakan gas air mata. Langkah balasan berupa tembakan gas air mata ini diambil oleh petugas untuk merespons perlawanan berbahaya serta mengendalikan situasi di lokasi kejadian.
Selama proses penggerebekan berlangsung, situasi di lokasi diperketat dengan kesiapan pasukan. Personel dari BNN dan Brimob terlihat tengah berjaga-jaga di kawasan tersebut. Personel BNN dan Brimob yang berada di lapangan bersiap dalam kondisi berseragam lengkap. Perlengkapan keselamatan berupa rompi antipeluru dan helm turut dikenakan oleh para petugas yang berjaga untuk menghadapi eskalasi perlawanan dari jaringan narkoba.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Di sisi lain, pengamanan juga tidak hanya difokuskan pada titik dalam permukiman. Petugas juga melakukan penjagaan ketat di jalanan menuju ke Kampung Bahari. Penjagaan di jalur akses ini dilakukan oleh petugas sebagai respons atas adanya perlawanan dari jaringan narkoba di dalam area Kampung Bahari. Sejumlah kendaraan warga yang hendak melintas di jalanan menuju lokasi penggerebekan diminta oleh petugas untuk segera memutar balik demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Meski penggerebekan sempat diwarnai aksi menembaki petugas menggunakan mercon dan petasan oleh para loyalis bandar narkoba, petugas berhasil menuntaskan operasi tersebut. Petugas berhasil mengamankan sejumlah orang yang diduga merupakan anggota atau bagian dari jaringan narkoba dalam penggerebekan di Kampung Bahari tersebut. Tidak hanya mengamankan sejumlah orang terduga jaringan narkoba, petugas juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi penggerebekan.






