Warga di Dukuh Ngasinan, RT 16/RW 03, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, digegerkan oleh kemunculan seekor macan kumbang (Panthera pardus melas). Satwa liar berukuran besar dengan warna tubuh hitam legam tersebut diduga mengalami kelaparan sehingga nekat masuk ke kawasan perkampungan warga. Keberadaan kucing besar ini pertama kali terdeteksi berada di dalam rumah seorang warga bernama Suryono pada Rabu (12/8) pagi, kira-kira pukul 05.30 WIB. Masuknya satwa liar predator ini ke area pemukiman langsung memicu kepanikan warga sekitar yang khawatir akan keselamatan jiwa dan hewan ternak mereka.
Peristiwa ini bermula saat Suryono mendengar suara dengusan yang mencurigakan dari arah belakang rumahnya, tepatnya di area kandang ayam. Merasa penasaran dan curiga, Suryono kemudian membuka pintu untuk memeriksa sumber suara tersebut. Betapa terkejutnya dia saat menemukan seekor macan kumbang hitam berada di dekat ternaknya. Letak rumah Suryono sendiri berada tepat di garis perbatasan antara area permukiman penduduk dan kawasan hutan Perhutani. Kedekatan lokasi rumah dengan batas hutan ini menjadi salah satu faktor yang memudahkan satwa liar tersebut melangkah keluar dari habitatnya dan memasuki pekarangan warga.
Niat macan kumbang tersebut masuk ke pemukiman warga adalah untuk mengincar hewan ternak akibat rasa lapar. Di dalam kandang ayam milik Suryono, tercatat ada sekitar 25 ekor ayam yang dipelihara. Dari total seluruh ayam di dalam kandang tersebut, macan kumbang itu telah memangsa sekitar tujuh ekor ayam. Situasi sempat menjadi mencekam ketika petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian dan mencoba masuk ke dalam rumah. Satwa liar yang terdesak itu sempat berupaya melakukan serangan ke arah petugas. Karena tidak mengantongi peralatan evakuasi penanganan satwa yang memadai, para petugas kepolisian memutuskan untuk memilih menjauh terlebih dahulu demi keselamatan dan mengunci pintu rumah agar macan kumbang tidak melarikan diri ke pemukiman yang lebih luas.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Menanggapi ancaman keberadaan macan kumbang yang masuk ke perkampungan warga tersebut, Kepala Desa Gunungsari, Tutur Budiyono, bertindak cepat setelah menerima informasi dari warga. Tutur Budiyono langsung melaporkan kejadian darurat ini kepada pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang untuk meminta tindakan penanganan lebih lanjut. Laporan tersebut direspons dengan pembentukan dan diterjunkannya tim penanganan evakuasi gabungan ke lokasi kejadian di Desa Gunungsari.
Proses penanganan dan evakuasi macan kumbang ini melibatkan kerja sama dari berbagai unsur terkait. Tim gabungan tersebut dipimpin oleh Rimbawanto dari BKSDA Provinsi Jawa Tengah. Penanganan di lapangan turut melibatkan personil dari tim Taman Safari Beach Batang bersama dokter hewan Drh Bowo, petugas pemadam kebakaran (Damkar), BPBD Kabupaten Batang, serta jajaran Muspika Bawang. Tim gabungan bergerak secara hati-hati untuk melumpuhkan satwa berisiko tinggi ini tanpa membahayakan warga maupun keselamatan satwa itu sendiri.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Upaya evakuasi akhirnya membuahkan hasil ketika satwa liar tersebut berhasil dilumpuhkan secara terukur menggunakan tembakan obat bius. Sekitar pukul 11.30 WIB, macan kumbang yang sudah terkondisikan itu dimasukkan ke dalam kandang khusus evakuasi. Berdasarkan pengamatan dan dugaan sementara pihak berwenang, macan kumbang tersebut turun ke permukiman warga untuk mencari makan lantaran salah satu kakinya mengalami luka. Kondisi cedera kaki ini disinyalir membuat satwa tersebut mengalami kesulitan dalam beradaptasi dan berburu makanan di dalam hutan.
Setelah berhasil diamankan dan dimasukkan ke dalam kandang khusus, macan kumbang tersebut langsung diserahkan kepada pihak BKSDA Jawa Tengah. Satwa liar ini kemudian dibawa menuju ke lembaga konservasi Safari Beach Jateng yang berada di Kabupaten Batang. Di lembaga konservasi Safari Beach Jateng, macan kumbang tersebut akan mendapatkan perawatan medis secara lebih lanjut untuk menyembuhkan luka pada kakinya serta memastikan kondisi kesehatannya pulih kembali sebelum langkah tindakan penanganan berikutnya ditentukan.






