Kebutuhan energi nasional yang andal menuntut kesiapan sarana transportasi laut yang optimal dalam menyalurkan pasokan ke berbagai wilayah. Untuk mendukung kelancaran distribusi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga telah berhasil merampungkan proses perawatan berkala atau docking terhadap 12 kapal miliknya pada periode Februari hingga Juli 2026. Pemeliharaan berkala ini dilakukan secara khusus untuk memastikan seluruh armada laut perusahaan senantiasa berada dalam kondisi yang laik laut serta siap sepenuhnya untuk mendukung kelancaran distribusi energi nasional ke seluruh pelosok negeri.
Dalam pelaksanaan program perawatan berkala sepanjang periode tersebut, 12 kapal yang masuk ke dalam fasilitas docking terdiri dari berbagai jenis tipe kapal dengan fungsi yang spesifik. Secara rinci, armada yang telah selesai menjalani pemeliharaan tersebut mencakup 2 kapal Crude, 3 kapal Gas & Petrochemical, 4 kapal Product-I, serta 3 kapal Product-II. Pembagian jenis kapal ini menunjukkan keragaman armada laut yang dioperasikan perusahaan untuk mengangkut berbagai komoditas energi penting.
Untuk mencegah terjadinya hambatan dalam pemenuhan energi masyarakat, seluruh proses docking ini dirancang agar pemeliharaan armada dapat berjalan beriringan dengan operasional distribusi energi secara paralel. Dengan pengaturan jadwal armada yang terencana dengan baik, PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa aktivitas perawatan teknis kapal tidak akan mengganggu pasokan energi yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Upaya ini dilakukan demi menjaga stabilitas pasokan di lapangan agar tetap berjalan tanpa hambatan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa melalui pengaturan jadwal armada yang terencana dengan matang, perusahaan dapat memastikan kontinuitas pasokan berbagai produk energi tetap terjaga dengan aman. Penjadwalan yang sistematis ini menjamin kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), avtur, serta produk-produk energi lainnya kepada masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa aspek pemeliharaan armada tetap dapat diselaraskan dengan kebutuhan distribusi harian.
Selama menjalani proses docking, masing-masing kapal melewati serangkaian pemeriksaan yang sangat menyeluruh untuk menjamin performa maksimal saat kembali beroperasi. Pemeriksaan komprehensif tersebut meliputi pengecekan pada struktur lambung kapal, sistem propulsi atau penggerak, mesin utama dan mesin bantu, sistem perpipaan, tangki muatan, hingga peralatan navigasi serta seluruh perangkat keselamatan yang ada di kapal. Langkah detail ini krusial untuk meminimalisasi risiko gangguan teknis di masa mendatang.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Selain inspeksi menyeluruh, aktivitas docking ini juga mencakup tindakan pemeliharaan preventif, pengecatan ulang pada bagian lambung kapal, serta penggantian komponen-komponen kapal yang telah mencapai batas masa pakainya. Setelah seluruh perbaikan selesai, dilakukan pula pengujian kelaiklautan kapal. Pengujian kelaiklautan ini dilaksanakan secara ketat sesuai dengan standar industri maritim yang berlaku serta mematuhi ketentuan klasifikasi yang telah ditetapkan.
Ke depannya, PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus melaksanakan program pemeliharaan armada lautnya secara berkelanjutan. Dalam menjalankan program perawatan berkala ini, perusahaan selalu mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), kepatuhan terhadap regulasi maritim yang berlaku, serta penerapan praktik operasional terbaik. Semua langkah ini dilakukan untuk menjamin keandalan armada dalam mendukung ketahanan energi nasional.






