tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Manajemen Risiko dan Operasional

Manajemen Operasi SAR pada Insiden Tenggelam di Sungai Ciliwung Jagakarsa

Ance ManoppoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 02.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Manajemen Operasi SAR pada Insiden Tenggelam di Sungai Ciliwung Jagakarsa
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Operasi pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR) merupakan sebuah upaya terkoordinasi yang membutuhkan perencanaan matang serta eksekusi yang tepat, terutama ketika menangani insiden di wilayah perairan. Sebuah studi kasus nyata mengenai pelaksanaan operasi ini dapat diamati pada insiden yang terjadi di aliran Sungai Ciliwung. Peristiwa tersebut melibatkan seorang remaja laki-laki berusia empat belas tahun yang bernama Zafran Ramadhan Selani. Korban dilaporkan mengalami insiden dan tenggelam di aliran sungai tersebut, yang memicu respons cepat dari berbagai instansi terkait untuk melakukan tindakan penanggulangan. Lokasi spesifik dari kejadian ini berada di wilayah Lenteng Agung, yang masuk ke dalam wilayah administratif Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penanganan kasus ini memberikan gambaran mengenai bagaimana prosedur operasional standar diterapkan dalam situasi darurat di perairan.

Berdasarkan catatan kronologis dari insiden tersebut, peristiwa bermula pada hari Kamis (30/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Pada waktu tersebut, korban diketahui sedang melakukan aktivitas mandi sekaligus berenang di aliran Sungai Ciliwung. Dalam menjalankan aktivitas tersebut, korban tidak sendirian, melainkan bersama empat orang rekannya di lokasi kejadian. Rangkaian peristiwa yang berujung pada insiden ini menunjukkan adanya perubahan situasi yang sangat cepat saat korban dan rekan-rekannya berada di dalam air. Pemahaman terhadap runtutan waktu dan aktivitas awal korban sangat penting bagi tim pencari untuk memetakan titik awal kejadian serta memprediksi pergerakan korban di aliran sungai.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Faktor utama yang memicu terjadinya insiden ini berkaitan langsung dengan kondisi fisik dari aliran Sungai Ciliwung di lokasi kejadian. Pada saat sedang asyik berenang bersama keempat rekannya, korban diduga bergerak dan memasuki area sungai yang memiliki tingkat kedalaman yang berbeda. Area baru yang dimasuki oleh korban tersebut memiliki kedalaman yang lebih dalam dibandingkan dengan lokasi berenang sebelumnya. Perubahan kedalaman air secara tiba-tiba ini mengakibatkan korban mengalami kesulitan yang signifikan untuk menyelamatkan diri. Akibat ketidakmampuan untuk menguasai keadaan di area yang lebih dalam tersebut, korban kemudian dilaporkan terseret oleh arus sungai. Rangkaian kejadian dari memasuki area dalam hingga terseret arus ini berujung pada dugaan bahwa korban telah tenggelam di aliran perairan tersebut.

Baca Juga

Penemuan Jenazah Bayi di Klinik Amalia Pondok Aren dan Penangkapan Pelaku

Penemuan Jenazah Bayi di Klinik Amalia Pondok Aren dan Penangkapan Pelaku

Merespons laporan mengenai insiden tenggelamnya remaja tersebut, operasi pencarian langsung diaktifkan dengan melibatkan struktur komando yang jelas. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta mengambil peran langsung dalam memimpin upaya ini. Desiana Kartika Bahari, yang menjabat sebagai Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, bertindak secara resmi sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) untuk operasi tersebut. Di bawah koordinasi SMC, personel dari Unit Siaga SAR Bekasi segera dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian terhadap keberadaan korban di lokasi kejadian. Dalam memberikan arahan operasionalnya, Desiana Kartika Bahari menekankan bahwa operasi pencarian ini secara khusus difokuskan pada kegiatan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Arahan tersebut juga disertai dengan instruksi mutlak untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR di lapangan.

Pelaksanaan operasi pencarian ini tidak hanya mengandalkan satu instansi, melainkan melibatkan unsur SAR gabungan yang terintegrasi. Kolaborasi antarinstansi ini merupakan elemen krusial dalam memperluas jangkauan dan efektivitas pencarian. Unsur SAR gabungan tersebut terdiri dari personel Unit Siaga SAR Bekasi yang bekerja sama dengan tim dari Pemadam Kebakaran Pasar Rebo. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan dan Babinsa Koramil 03 Cijantung juga turut serta menjadi bagian dari tim gabungan ini. Tidak hanya unsur pemerintahan dan militer, masyarakat setempat di wilayah Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, juga dilibatkan secara aktif dalam upaya pencarian korban. Sinergi antara instansi resmi dan masyarakat setempat ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menangani insiden kedaruratan di lingkungan perairan.

Baca Juga

Pelajaran Tata Kelola Bisnis dan Mitigasi Risiko dari Kasus Korupsi Asuransi Jasindo

Pelajaran Tata Kelola Bisnis dan Mitigasi Risiko dari Kasus Korupsi Asuransi Jasindo

Dalam implementasi teknis di lapangan, tim SAR gabungan telah melaksanakan sejumlah langkah taktis untuk menemukan korban. Tim tersebut telah melakukan penyisiran secara menyeluruh di area sungai. Selain penyisiran, pengamatan secara visual juga dilakukan secara intensif di sepanjang area sekitar lokasi di mana korban diduga tenggelam. Meskipun upaya maksimal telah dikerahkan oleh seluruh unsur yang terlibat, proses pencarian pada hari tersebut harus dihentikan sementara waktu. Keputusan penghentian sementara ini diambil dengan mempertimbangkan prosedur operasional standar dan keselamatan tim, di mana proses pencarian direncanakan untuk dilanjutkan lagi pada pagi ini. Komitmen untuk terus berupaya secara maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat tetap dipertahankan, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel selama seluruh rangkaian pelaksanaan operasi SAR berlangsung.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sungai CiliwungOperasi SARJagakarsaLenteng AgungKeselamatan Perairan

Berita Terbaru Lainnya

Edukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan BaruStrategi Sistem Koperasi Kakao Jembrana dalam Menstabilkan Harga dan Menembus Pasar EksporIHSG Sesi I Dibuka Menguat ke Level 6.110 di Tengah Lonjakan Harga Minyak DuniaRevisi Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel 2026, Dampak Signifikan bagi Bisnis Kontraktor TambangPenemuan Jenazah Bayi di Klinik Amalia Pondok Aren dan Penangkapan PelakuPelajaran Tata Kelola Bisnis dan Mitigasi Risiko dari Kasus Korupsi Asuransi JasindoPenyelidikan Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa Tujuh Perusahaan dan Puluhan SaksiIstana Respons Putusan MK Terkait Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dari Dana Pendidikan

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Edukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan Baru

Regulasi Ekonomi

Edukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan Baru

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap