Lebih dari 10 juta warga negara Indonesia tercatat memiliki garis keturunan Yaman, sementara lebih dari 8.000 pelajar asal Indonesia saat ini tengah menempuh pendidikan di Yaman. Data tersebut menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan antara Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Duta Besar Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh.
Pertemuan diplomatik tersebut berlangsung di kediaman Megawati di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (31/8/2026). Dalam kesempatan itu, Megawati didampingi oleh putranya yang menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo, serta Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah.
Dubes Salem menyampaikan bahwa Megawati merupakan figur penting dalam panggung sejarah Indonesia sekaligus putri dari proklamator dan presiden pertama RI, Soekarno. Ia menguraikan bahwa relasi antara kedua bangsa telah terjalin jauh sebelum pembukaan hubungan diplomatik formal, yang berakar dari gelombang migrasi masyarakat Yaman ke wilayah Nusantara sejak abad ke-13 dan mencapai puncaknya pada sekitar abad ke-18.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Jejak historis tersebut juga mencakup keterlibatan masyarakat keturunan Yaman dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia dari masa penjajahan Belanda hingga Jepang. Dubes Salem mencontohkan kontribusi sejumlah tokoh nasional keturunan Yaman di jajaran pemerintahan, antara lain mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas, mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, hingga mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier.
Kedekatan kultural antara kedua wilayah juga tampak di kawasan Hadhramaut, Yaman, yang memiliki kemiripan kuliner serta penyerapan sejumlah kosakata bahasa Indonesia dalam keseharian warganya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain membahas rekam jejak migrasi dan budaya, Dubes Salem menyampaikan aspirasi terkait pembukaan Konsulat Republik Indonesia di Aden guna mempermudah jalur komunikasi serta memperkuat kerja sama bilateral. Megawati menanggapi usulan tersebut dan menyatakan akan meneruskannya kepada para anggota Fraksi PDIP yang bertugas di Komisi I DPR RI.
Di samping pembahasan hubungan bilateral, pertemuan tersebut turut mendiskusikan dinamika situasi terkini di kawasan Timur Tengah beserta dampaknya terhadap stabilitas di Yaman.






