tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Digital

Mekanisme e-Auction Aset Negara dalam Lelang Properti Kejaksaan Agung

Wulan WijayaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 23.18 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mekanisme e-Auction Aset Negara dalam Lelang Properti Kejaksaan Agung
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung telah mencatatkan keberhasilan dalam proses lelang Barang Rampasan Negara dan Barang Sita Eksekusi pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Pelaksanaan lelang ini merupakan bagian dari penyelesaian perkara tindak pidana korupsi yang melibatkan terpidana Benny Tjokrosaputro. Melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta IV serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor, proses pemulihan aset negara ini berjalan lancar. Secara keseluruhan, hasil lelang dari aset-aset sitaan tersebut menembus angka yang sangat fantastis, yakni mencapai total capaian hasil lelang senilai Rp129,15 miliar. Angka pasti dari total pendapatan kedua jenis aset yang dilelang tersebut menyentuh Rp129.150.777.411. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, pada Jumat, 31 Juli 2026 menyatakan bahwa hasil tersebut menunjukkan keberhasilan Badan Pemulihan Aset dalam mengoptimalkan penyelesaian aset hasil tindak pidana guna mendukung pemulihan kerugian negara.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Dalam pelaksanaan lelang tersebut, objek pertama yang ditawarkan kepada masyarakat luas adalah unit apartemen. Tercatat sebanyak 16 unit apartemen South Hills Kuningan, Jakarta, berhasil laku terjual kepada para peserta lelang. Perolehan total penjualan dari belasan unit apartemen tersebut mencapai angka Rp38.328.767.411. Angka penjualan ini patut mendapat sorotan karena harga akhirnya tercatat lebih tinggi Rp620.000.000 dibandingkan dengan nilai limit awal yang telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara. Semua objek apartemen yang dilelang tersebut dijual sesuai dengan kondisi apa adanya atau dikenal dengan istilah as is. Hal ini berarti peserta lelang yang memenangkan penawaran menerima kondisi fisik properti tersebut tanpa ada jaminan perubahan atau perbaikan tambahan dari pihak penyelenggara lelang.

Selain unit apartemen, panitia juga melelang puluhan bidang tanah dalam kesempatan yang sama. Hasilnya, sebanyak 24 bidang tanah berhasil laku terjual kepada para penawar. Total capaian dari penjualan seluruh bidang tanah tersebut menembus angka Rp90.822.010.000. Kenaikan harga dari batas minimal yang ditetapkan sangat signifikan, di mana nilai transaksi tersebut meningkat sebesar Rp31.041.000.000 dari nilai limit yang ditetapkan sebelumnya. Kesuksesan penjualan 24 bidang tanah ini melengkapi perolehan dana pemulihan aset negara dari kasus korupsi terpidana Benny Tjokrosaputro, sekaligus menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat terhadap aset properti yang ditawarkan melalui jalur lelang resmi pemerintah.

Baca Juga

Cara Aman Menjadi Mitra Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Terjebak Modus Yayasan Titipan

Cara Aman Menjadi Mitra Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Terjebak Modus Yayasan Titipan

Pelaksanaan lelang atas aset-aset bernilai miliaran rupiah ini didasarkan pada kekuatan hukum yang sah dan mengikat. Untuk pelelangan 16 unit apartemen South Hills Kuningan, dasar hukumnya mengacu pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 29/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst. yang dikeluarkan pada tanggal 23 Oktober 2020. Putusan tersebut kemudian dikuatkan oleh Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 7/Pid.Sus-TPK/2021/PT.DKI. pada tanggal 26 Februari 2021, serta Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2937 K/Pid.Sus/2021 yang ditetapkan pada tanggal 24 Agustus 2021. Sementara itu, untuk pelelangan 24 bidang tanah, eksekusinya dilaksanakan secara spesifik berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2937 K/Pid.Sus/2021 tertanggal 24 Agustus 2021.

Dari sisi teknis pelaksanaan, kegiatan lelang ini mengadopsi sistem digitalisasi yang memberikan kemudahan bagi para peserta. Lelang dilaksanakan dengan metode penawaran secara tertulis tanpa mengharuskan kehadiran peserta lelang secara fisik di lokasi. Mekanisme ini dijalankan melalui surat elektronik atau e-Auction dengan sistem penawaran terbuka (open bidding). Para peminat properti dapat mengakses seluruh proses pelelangan secara langsung pada alamat domain resmi pemerintah, yakni https://lelang.go.id. Dalam aturan main e-Auction tersebut, batas akhir bagi peserta untuk melakukan penawaran ditentukan secara ketat sesuai dengan waktu server. Pendekatan digital ini tidak hanya memastikan transparansi, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemulihan aset negara.

Baca Juga

Analisis Kinerja Keuangan Emiten Tembakau Melalui Studi Kasus Sampoerna Semester I 2026

Analisis Kinerja Keuangan Emiten Tembakau Melalui Studi Kasus Sampoerna Semester I 2026

Meskipun lelang pada tanggal 29 Juli 2026 tersebut mendulang kesuksesan besar, masih terdapat sejumlah aset yang belum menemukan pembeli. Pihak Kejaksaan Agung mencatat bahwa puluhan aset dari kasus terpidana Benny Tjokrosaputro ini akan dijadwalkan ulang untuk ditawarkan kepada publik. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa terhadap 74 unit apartemen yang belum laku akan dilakukan lelang kembali. Tidak hanya itu, Anang juga menambahkan bahwa terhadap 16 bidang tanah yang belum laku akan dilakukan lelang kembali pada waktu yang akan datang. Bagi masyarakat yang tertarik untuk mengikuti lelang aset negara secara digital, sisa aset yang belum terjual ini dapat menjadi peluang partisipasi ekonomi yang patut dipantau melalui portal resmi lelang pemerintah.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Investasi PropertiKejaksaan AgungLelang Negarae-AuctionBenny TjokrosaputroKPKNL

Berita Terbaru Lainnya

Pentingnya Sinergi Pemimpin dan Pelaku Usaha untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi DaerahPenjelasan BGN Mengenai Pembatalan Mutasi Pegawai yang Ditegur Saat Rapat VirtualStrategi dan Cara Mengelola Aksesibilitas Pusat Perbelanjaan untuk Menertibkan Alur PengunjungProyeksi Pertumbuhan Pasar Otomotif Nasional dan Perkembangan Daya Beli MasyarakatCara Aman Menjadi Mitra Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Terjebak Modus Yayasan TitipanPolemik Ekspor Mineral dan Dampak Regulasi Logam Tanah Jarang bagi IndustriAnalisis Kinerja Keuangan Emiten Tembakau Melalui Studi Kasus Sampoerna Semester I 2026Cara Menganalisis Kesehatan Keuangan Bank Saat Laba dan Ekuitas Bergerak Berlawanan

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
  3. 3Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi DigitalEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  4. 4Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  5. 5Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap