Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi memperkenalkan Danantara Development Management Fund (DDMF) kepada publik dalam pidatonya di Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang juga merupakan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Pengenalan lembaga baru ini dilakukan pada hari Jumat, tanggal 14 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembentukan DDMF ini merupakan wujud nyata dari dana kedaulatan atau sovereign wealth fund milik bangsa Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat pondasi ekonomi nasional melalui pengelolaan dana investasi yang terpusat dan terarah.
Sebagai sovereign wealth fund Indonesia, DDMF dirancang dengan tujuan utama untuk menjadi instrumen penting dalam pembangunan berbagai proyek strategis jangka panjang di tanah air. Lembaga ini memiliki peran khusus untuk mempersiapkan, mengembangkan, serta memberikan pembiayaan bagi proyek-proyek strategis berskala besar. Fokus pembiayaannya diarahkan pada proyek-proyek pembangunan jangka panjang yang saat ini belum memungkinkan untuk didanai melalui skema investasi komersial jangka pendek. Dengan demikian, proyek yang membutuhkan waktu pengembangan lama tetap dapat berjalan dengan dukungan pendanaan yang stabil.
Salah satu target penting dari pembentukan instrumen investasi ini adalah untuk menghindari pembiayaan proyek-proyek strategis nasional dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah berupaya agar proyek jangka panjang tidak membebani keuangan negara secara langsung. Untuk mencapai tujuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dana kedaulatan Indonesia yang dikelola melalui DDMF ini akan ditanamkan secara disiplin dan profesional. Melalui tata kelola investasi yang ketat dan profesional, diharapkan dana tersebut dapat berkembang dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan infrastruktur nasional.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Di antara berbagai proyek strategis yang akan didukung, proyek kendaraan nasional menjadi salah satu fokus utama. Indonesia tengah mempersiapkan proyek mobil nasional yang ditargetkan untuk dapat diproduksi secara massal pada akhir tahun 2028. Untuk mendukung kelancaran proyek kendaraan roda empat tersebut, berbagai persiapan fisik telah dilakukan secara matang di lapangan. Fasilitas untuk menunjang kelangsungan proyek mobil nasional tersebut saat ini sudah selesai dibangun di daerah Subang.
Selain pengembangan mobil nasional, Indonesia juga fokus pada pengembangan kendaraan roda dua melalui proyek motor nasional yang ekosistemnya sudah aktif bekerja. Proyek motor nasional ini telah diluncurkan secara resmi oleh pemerintah. Dalam perkembangannya, terdapat keterlibatan dari berbagai pihak untuk memulai produksi kendaraan ramah lingkungan ini. Tercatat ada dua perusahaan swasta besar serta dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah mulai melakukan produksi motor listrik demi memperkuat ekosistem kendaraan nasional.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Proyek strategis jangka panjang lainnya yang juga menjadi prioritas pembangunan adalah infrastruktur perlindungan wilayah pesisir, yaitu Giant Sea Wall. Tanggul besar tersebut sangat krusial dan harus segera dibangun dengan tujuan utama untuk mengamankan wilayah pantai utara pulau Jawa. Terkait pembangunan infrastruktur perlindungan ini, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia harus belajar dari negara lain seperti Belanda. Negara Belanda terbukti sukses membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa harus menunggu terjadinya bencana terlebih dahulu. Melalui DDMF, proyek-proyek vital seperti Giant Sea Wall diharapkan dapat






