PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten yang merupakan bagian dari Grup Sinar Mas, telah mengumumkan rencana pelepasan sebagian saham treasuri hasil pembelian kembali atau buyback. Mulai tanggal 10 Agustus 2026, perusahaan akan melepas sebanyak-banyaknya 9.631.904.000 lembar saham treasuri. Jumlah maksimal pelepasan saham ini setara dengan 5% dari total seluruh saham yang telah diterbitkan dan dicatatkan secara resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bagi para pelaku pasar modal, memahami langkah-langkah dalam memantau aksi korporasi ini sangat penting untuk melihat bagaimana pergerakan saham DSSA di pasar. Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan untuk memantau proses pengalihan saham treasuri tersebut secara terstruktur.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menelusuri rekam jejak kepemilikan saham treasuri DSSA beserta penyesuaian jumlahnya akibat aksi pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Berdasarkan data perusahaan, program buyback yang telah dilaksanakan sebelumnya berhasil mengumpulkan sebanyak 154.105.327 lembar saham sebelum adanya pelaksanaan stock split. Setelah itu, DSSA tercatat melakukan dua kali aksi pemecahan saham. Pemecahan Saham I dilakukan dengan rasio 1:10 pada tahun 2024, disusul oleh Pemecahan Saham II dengan rasio 1:25 yang dieksekusi pada tahun 2026. Melalui dua kali pemecahan saham tersebut, jumlah saham hasil buyback perusahaan mengalami penyesuaian secara proporsional sehingga nilainya setara dengan 38.526.331.750 lembar saham.








