Pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau kemajuan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak. Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat kebijakan ramah keluarga guna mewujudkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda. Keberhasilan ini dibuktikan dengan konsistensi Surabaya yang meraih predikat Kota Layak Anak kategori Utama selama tujuh tahun berturut-turut. Pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menempatkan kesejahteraan keluarga sebagai prioritas pembangunan.
Salah satu pilar utama yang memperkuat ekosistem ramah anak di Surabaya adalah program pemberdayaan orang tua melalui edukasi pola asuh. Melalui inisiatif Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), pemerintah kota menyediakan ruang belajar bagi para orang tua untuk mendalami metode pengasuhan balita. Program ini berkembang pesat dari satu kelas pada tahun 2022 menjadi 990 kelas pada tahun 2025. Hingga saat ini, program SOTH telah memberikan edukasi pengasuhan kepada sekitar 27.000 orang tua balita, sehingga menciptakan keluarga yang lebih siap mendampingi tumbuh kembang anak.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain penguatan kapasitas keluarga, perlindungan anak di Surabaya didukung oleh kebijakan terintegrasi. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, Pemerintah Kota Surabaya merumuskan berbagai program perlindungan anak yang komprehensif. Kebijakan tersebut mencakup penataan sistem perwalian, edukasi pembatasan penggunaan gawai, serta kerja sama dengan Pengadilan Agama. Kemitraan ini bertujuan untuk memastikan hak-hak dasar anak tetap terpenuhi dan terlindungi dalam lingkup keluarga.
Langkah strategis dalam mengamankan masa depan generasi muda juga diperluas melalui investasi pada anak usia dini. Pemerintah Kota Surabaya telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Koalisi Nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) terkait Gerakan Act for Early Years. Kerja sama ini berfokus pada penguatan investasi dan kebijakan pengembangan anak usia dini. Pendekatan ini mendapat apresiasi di tingkat nasional. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI di bawah Menteri Arifatul Choiri Fauzi, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di bawah Menteri Abdul Mu'ti, menilai Surabaya berhasil membangun ekosistem ramah anak.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Komitmen tersebut tercermin dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Surabaya yang berlangsung pada 28 hingga 29 Juli 2026. Mengusung tema Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan Anak Surabaya Hebat, perayaan ini memobilisasi partisipasi aktif masyarakat. Lebih dari 5.000 anak memadati kawasan Balai Pemuda Surabaya untuk mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan kreatif. Melalui sinergi antara edukasi pengasuhan, perlindungan hukum, dan penyediaan ruang publik, Surabaya membuktikan bahwa pembangunan kota dapat berjalan selaras dengan pemenuhan hak anak dan kesejahteraan keluarga.






