Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalurkan dana bantuan tanggap darurat senilai Rp 3 miliar untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara langsung oleh Menag di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis (3/9). Bantuan ini disiapkan pemerintah guna menopang kebutuhan warga selama masa tanggap darurat sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas keagamaan dan sarana pendidikan yang mengalami kerusakan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kementerian Agama terus berkoordinasi dengan jajaran di tingkat daerah untuk memetakan kebutuhan mendesak di lapangan. Distribusi bantuan logistik, termasuk tenda penampungan hingga pasokan kebutuhan pokok, telah diarahkan ke sejumlah titik di Pulau Flores yang meliputi Kabupaten Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar para siswa di lokasi bencana, Kemenag telah menyediakan 16 unit tenda belajar darurat serta 1.000 paket perlengkapan sekolah (school kit). Langkah ini diambil agar aktivitas pendidikan madrasah dan sekolah binaan Kemenag tidak terhenti secara berkepanjangan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain sarana penunjang belajar dan logistik darurat, Kemenag juga menyalurkan santunan duka cita kepada keluarga siswa madrasah yang meninggal dunia akibat dampak gempa bumi tersebut, sembari memastikan operasional layanan publik keagamaan tetap berjalan.






