Perjalanan hidup Daisy Bucad-Eng, seorang pekerja migran asal Filipina, berubah drastis setelah menerima warisan dalam jumlah besar dari mendiang majikannya di Hong Kong. Berkat warisan tersebut, Daisy yang sebelumnya hidup serba pas-pasan kini bertransformasi menjadi seorang jutawan.
Sebelum merantau ke luar negeri, Daisy menjalani kehidupan sederhana di Provinsi Mountain, Filipina, dengan bekerja sebagai penjual garam. Guna membantu perekonomian keluarganya, ia memutuskan berangkat ke Hong Kong untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan upah sekitar 900 dolar Hong Kong atau setara 2.700 peso per bulan.
Di Hong Kong, Daisy bekerja pada seorang perempuan lanjut usia asal Portugal bernama Madam Marie. Selama 11 tahun masa kerja, hubungan keduanya terjalin sangat dekat. Madam Marie memperlakukan Daisy layaknya anggota keluarganya sendiri, bahkan sempat ikut berkunjung ke Filipina dan tinggal di rumah kediaman Daisy.
Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Kebersamaan tersebut berakhir saat Madam Marie meninggal dunia pada 2002 akibat menderita penyakit serius. Tak lama setelah kepergian sang majikan, Daisy menerima sepucuk surat yang memberitahukan bahwa namanya tercantum dalam surat wasiat mendiang Marie.
Melalui surat wasiat tersebut, Daisy menerima warisan berupa apartemen bernilai 26 juta peso atau sekitar Rp7,31 miliar, dana dalam mata uang dolar senilai 25 juta peso atau sekitar Rp7,03 miliar, serta kepemilikan saham di berbagai perusahaan. Total nilai gabungan dari properti apartemen dan dana kas tersebut mencapai 51 juta peso atau setara Rp14,33 miliar, belum termasuk nilai dari saham-saham perusahaan yang diterimanya.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Daisy kemudian memanfaatkan aset dan dana warisan tersebut untuk membangun berbagai unit usaha di negaranya hingga sukses menjadi seorang jutawan. Sebagai bentuk penghormatan dan tanda terima kasih yang mendalam atas kebaikan majikannya, Daisy juga menyediakan satu ruangan khusus di rumahnya sebagai memorial untuk mengenang Madam Marie.






