Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta jajaran pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar segera menyalurkan dana bantuan gempa dari Presiden Prabowo Subianto kepada warga terdampak. Tito menegaskan agar pemda tidak menahan pencairan atau merasa sayang mengeluarkan anggaran tersebut.
Total dana bantuan penanganan gempa yang dikucurkan pemerintah pusat ke wilayah NTT mencapai Rp 200 miliar. Alokasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo yang melipatgandakan usulan bantuan awal, mencakup Rp 40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT serta masing-masing Rp 20 miliar untuk delapan kabupaten di daratan Flores.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Realisasi penyaluran dana di lapangan saat ini masih menunjukkan ketimpangan yang cukup tajam antardaerah. Mendagri mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi NTT di bawah pimpinan Gubernur Melki yang telah merealisasikan 43 persen dari total alokasi yang diserahkan.
Di tingkat kabupaten, percepatan distribusi justru masih jauh dari optimal. Kabupaten Sikka tercatat baru mencatatkan serapan sedikit di atas 1 persen, sementara daerah lainnya berada di kisaran 7 persen.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Untuk mengatasi kendala birokrasi di daerah, Kementerian Dalam Negeri telah menerjunkan dua tim pendampingan dari Inspektorat Jenderal (Itjen). Tito menerangkan bahwa dalam situasi kedaruratan, proses realisasi bantuan dapat dieksekusi secara cepat dan mudah, termasuk mekanisme penunjukan pengadaan barang maupun jasa selama berada di bawah pengawasan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).






