BALIKPAPAN — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak seluruh pemerintah daerah (Pemda) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memperkuat Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Imbauan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan di Hotel Platinum, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (3/9) malam.
Gerakan Indonesia ASRI diinisiasi untuk mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih dan tertata, selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Tito menjelaskan bahwa Presiden menginginkan adanya sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi persoalan kebersihan kota secara menyeluruh.
Fokus utama gerakan ini mencakup pengurangan sampah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Di tingkat hulu, penanganan dimulai langsung dari lingkungan rumah tangga. Sementara di tingkat hilir, pemerintah daerah didorong untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih modern dan komprehensif, salah satunya dengan mengolah sampah menjadi sumber energi.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle) dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Upaya pengurangan timbulan sampah ini diharapkan dapat diperkuat melalui kegiatan gotong royong atau korve (kerja bakti) secara berkala di lingkungan masing-masing.
Penataan Estetika Kota dan Evaluasi Kinerja Daerah
Selain pengelolaan sampah, penataan ruang publik turut menjadi sorotan. Mendagri menyampaikan arahan Presiden terkait penertiban media promosi luar ruang, seperti spanduk dan baliho, agar dipasang secara lebih rapi dengan mempertimbangkan nilai estetika kawasan.
Pemerintah daerah disarankan mengadopsi tata kelola ruang publik seperti yang diterapkan di berbagai negara maju, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan videotron sebagai media informasi dan promosi terpusat guna menjaga keindahan visual kota.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Komitmen terhadap tata kelola lingkungan ini turut menjadi tolok ukur kinerja dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II, yang menyertakan kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.
Di samping aspek kebersihan dan tata ruang, Tito menyebutkan adanya masukan dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Ibu Wini, terkait penambahan indikator penilaian bagi pemerintah daerah. BPS mengusulkan agar capaian pertumbuhan ekonomi daerah turut dimasukkan sebagai salah satu kategori evaluasi kinerja pemerintah daerah ke depan.






