Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipastikan tidak boleh menghentikan proses transfer ilmu akademik dari sekolah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meminta agar kegiatan magang di dunia industri tersebut tidak menjadi alasan mandeknya proses pembelajaran murid.
Untuk menyelaraskan waktu kerja lapangan dengan kurikulum pendidikan, pendekatan pembelajaran asinkron disiapkan sebagai solusi utama, khususnya bagi murid kelas XII. Melalui metode ini, siswa tetap dapat mengakses materi dan menyelesaikan tugas secara mandiri di luar jam kerja industri tanpa harus hadir secara daring bersamaan dengan guru.
Dalam pelaksanaannya, guru diarahkan untuk menyediakan materi ajar yang fleksibel, seperti video pembelajaran, modul ringkas, lembar kerja, kuis, tugas pemecahan masalah, hingga jurnal refleksi yang dapat diselesaikan murid sesuai ketersediaan waktu mereka.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penguatan Literasi dan Numerasi di Dunia Industri
Dorongan agar kegiatan belajar tetap berjalan beriringan dengan evaluasi capaian kemampuan dasar murid. Merujuk Surat Edaran Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Nomor 4021/B/D2/DV.00.01/2026, rerata nilai murid pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMK tahun 2025 tercatat sebesar 34,84 untuk Matematika, 22,69 untuk Bahasa Inggris, dan 53,68 untuk Bahasa Indonesia.
Mu'ti menegaskan bahwa kompetensi literasi dan numerasi perlu terus dilatih secara kontekstual di tempat kerja. Kemampuan literasi diaplikasikan langsung saat murid membaca standar operasional prosedur, memahami petunjuk manual peralatan, menafsirkan dokumen teknis, mengisi formulir kerja, membuat laporan berkala, serta menjalin komunikasi profesional dengan pembimbing dan rekan kerja.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Di sisi lain, kemampuan numerasi terpakai langsung dalam kalkulasi teknis harian. Aktivitas ini mencakup pengukuran dimensi kerja, perhitungan kebutuhan material, pembacaan grafik dan tabel data, estimasi durasi dan biaya pengerjaan, penghitungan persentase, hingga evaluasi perbandingan hasil produksi.
Selain menjadi sarana penerapan teori dan keterampilan teknis, PKL ditujukan untuk menanamkan etos kerja nyata. Pengalaman langsung di lingkungan industri diharapkan membentuk kedisiplinan, pemahaman keselamatan kerja, tanggung jawab personal, serta kesiapan mental menghadapi standar kompetensi dunia usaha.






