Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,0 yang kemudian diperbarui oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi M4,9 mengguncang wilayah Laut Jawa pada Jumat (7/8) malam. Peristiwa yang tercatat terjadi pukul 21.07 WIB ini bersumber di koordinat 5,73° LS dan 110,21° BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 108 kilometer arah barat laut Jepara, Jawa Tengah. Menurut penjelasan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, gempa ini merupakan jenis gempa bumi dalam dengan kedalaman mencapai 540 kilometer yang dipicu oleh aktivitas deformasi di dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Meskipun hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami dan pantauan BMKG hingga pukul 21.20 WIB memperlihatkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), guncangan gempa tetap dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah. Di wilayah Jepara dan Demak, guncangan dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI, yang menggambarkan getaran nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk yang sedang berlalu. Sementara itu, di Batang, Jawa Tengah, gempa dilaporkan terasa dengan skala intensitas II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.








