Pasar saham Korea Selatan tengah menjadi pusat perhatian dunia setelah mengalami guncangan yang sangat signifikan. Sejak indeks Kospi mencapai puncaknya pada bulan Juni, kapitalisasi pasar bursa negara tersebut telah menyusut sekitar US$1 triliun, atau setara dengan Rp18.076 triliun. Penurunan nilai kapitalisasi ini berjalan beriringan dengan kemerosotan indeks Kospi sebesar 25% dari titik tertingginya. Meskipun tengah mengalami fase koreksi yang tajam, bursa saham Korea Selatan saat ini secara keseluruhan masih bernilai sekitar US$4 triliun. Menariknya, indeks Kospi masih mencatatkan kenaikan sebesar 62% sepanjang tahun berjalan, yang membuatnya tetap relevan di mata para pelaku pasar modal global.
Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi motor utama yang terus menarik perhatian investor internasional ke bursa Seoul. Dua raksasa teknologi, yakni Samsung Electronics Co. dan SK Hynix Inc., memegang peran kunci sebagai saham AI utama yang memengaruhi minat investasi global. Namun, sejak mencapai puncaknya pada bulan Juni lalu, nilai pasar dari Samsung dan SK Hynix masing-masing telah mengalami penurunan lebih dari 30%. Meskipun demikian, Hani Redha, manajer portofolio di PineBridge Investments, menegaskan bahwa pergerakan di pasar Korea kini tidak lagi dapat diabaikan oleh para pelaku pasar yang ingin membaca arah perdagangan saham sektor AI secara global.








