tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/BANTUAN SOSIAL

Mengapa Pemadaman Karhulta Butuh Waktu Lama? Kepala BNPB Ungkap Kendalanya

Fitri LimbongDiterbitkan 5 Sep 2026 - 07.00 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengapa Pemadaman Karhulta Butuh Waktu Lama? Kepala BNPB Ungkap Kendalanya
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Titik panas atau hotspot masih terus terdeteksi di sejumlah wilayah rawan bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Pantauan lapangan mencatat kemunculan titik-titik tersebut tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, hingga Sumatera Selatan.

Merespons situasi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemetaan dan verifikasi langsung untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi satelit merupakan indikasi kebakaran aktif (fire spot). Namun, upaya penanganan di lapangan sering kali menghadapi proses yang memakan waktu cukup panjang.

Faktor Lahan dan Akses yang Memperlambat Pemadaman Darat

Kepala BNPB mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama di lapangan terletak pada karakteristik lahan yang terbakar. Pada ekosistem lahan gambut, api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga merambat dan bertahan di bawah lapisan tanah dalam waktu lama.

Kondisi api di bawah permukaan gambut tersebut menuntut petugas untuk melakukan tahapan pendinginan berulang serta pemantauan intensif setelah kobaran di atas tanah padam. Jika pendinginan tidak tuntas, api di lapisan bawah dapat kembali menyala sewaktu-waktu.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain faktor jenis tanah, kendala mobilitas menjadi tantangan besar. Sejumlah titik kebakaran berada di lokasi pelosok dengan akses darat yang sangat terbatas atau bahkan tidak dapat dilalui kendaraan operasional, sehingga pergerakan tim pemadam di darat memerlukan waktu tempuh yang lebih panjang.

Keterbatasan Sumber Air dan Dinamika Cuaca Ekstrem

Ketersediaan pasokan air di sekitar area kebakaran turut memengaruhi kecepatan pemadaman. Ketika musim kemarau melanda, sumber-sumber air alami di sekitar lokasi kejadian kerap mengering, menyulitkan tim darat untuk menyuplai selang pemadam secara berkesinambungan.

Faktor meteorologis juga memperparah situasi di lapangan:

  • Suhu udara yang panas dan tingkat kelembapan yang rendah mempercepat pengeringan bahan bakar alami di hutan.
  • Angin kencang dapat menyebarkan bara api dengan cepat ke area baru.
  • Kondisi kering dan berangin kerap memicu kemunculan kembali titik api (fire spot) di area yang sebelumnya sudah dipadamkan.

Tantangan Operasi Udara dan Operasi Modifikasi Cuaca

Ketika akses darat terhambat, BNPB mengandalkan bantuan udara berupa helikopter pengebom air (water bombing) serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan. Kendati demikian, pengerahan operasi udara memiliki prasyarat teknis yang tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pelaksanaan OMC sepenuhnya bergantung pada kondisi atmosfer yang mendukung. Penyemaian garam ke udara membutuhkan ketersediaan awan potensial yang memadai, arah dan perkembangan awan yang sesuai, serta pola angin yang stabil. Jika tidak ada awan yang memenuhi syarat pertumbuhan tersebut di langit area terdampak, penyemaian awan tidak akan berjalan efektif.

Parameter Penentuan Strategi Operasi BNPB

Untuk memaksimalkan efektivitas pemadaman, BNPB menerapkan skala prioritas dengan fokus melindungi keselamatan masyarakat dan mencegah kobaran meluas ke pemukiman.

Keputusan antara mengerahkan tim darat saja atau menggabungkannya dengan operasi udara鈥攕eperti water bombing dan OMC鈥攄itentukan berdasarkan hasil evaluasi terukur. BNPB menimbang luas area yang terbakar, kondisi kedalaman gambut, tingkat kesulitan akses medan, kondisi cuaca harian, hingga besaran ancaman terhadap lingkungan sekitar.

Sumber: Detik

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

karhutlabencana alambnpbModifikasi Cuaca

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap