Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal dengan nama Whoosh, saat ini dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Dalam struktur kepemilikannya, terdapat PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang merupakan konsorsium Badan Usaha Milik Negara sekaligus pemegang saham langsung di KCIC. Kinerja keuangan PSBI kini menjadi sorotan utama karena memberikan pengaruh langsung terhadap kesehatan finansial para pemegang sahamnya. Sebagai sebuah proyek infrastruktur berskala besar, dinamika keuangan yang terjadi di dalam ekosistem Whoosh berdampak secara signifikan terhadap entitas BUMN yang terlibat di dalamnya.
Berdasarkan data keuangan terbaru, PSBI mencatatkan kinerja yang kurang menggembirakan pada paruh pertama tahun 2026. Hanya dalam kurun waktu enam bulan pertama tahun tersebut, konsorsium BUMN ini harus membukukan kerugian bersih yang mencapai angka Rp5,13 triliun. Nilai kerugian ini tergolong sangat besar, terutama jika dibandingkan dengan performa tahun sebelumnya. Angka kerugian selama enam bulan tersebut bahkan telah melampaui total akumulasi kerugian PSBI sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp4,99 triliun. Hal ini menunjukkan adanya tren peningkatan beban keuangan yang harus ditanggung oleh konsorsium dalam waktu yang relatif singkat.








