tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/BPJS KESEHATAN

Menkes Ungkap 3 Bahaya Abu Anak Krakatau, Kalau Bisa Jangan Keluar Rumah

Andi SompaDiterbitkan 6 Sep 2026 - 14.10 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menkes Ungkap 3 Bahaya Abu Anak Krakatau, Kalau Bisa Jangan Keluar Rumah
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan menyusul sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Paparan material erupsi tersebut dinilai membawa risiko langsung terhadap tiga organ tubuh, yakni saluran pernapasan, indra penglihatan, dan kulit.

Budi mengingatkan warga yang terpaksa beraktivitas di area terbuka agar selalu mengenakan masker guna menyaring partikel debu vulkanik. Fasilitas pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas telah disiagakan dengan pasokan alat bantu pernapasan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan.

Risiko Iritasi Mata dan Partikel Tajam pada Kulit

Selain saluran napas, paparan abu vulkanik berisiko tinggi memicu iritasi pada mata. Masyarakat diimbau memakai kacamata pelindung saat berada di luar. Jika partikel debu terlanjur mengenai mata, warga diminta untuk tidak menguceknya dan segera membersihkannya menggunakan air bersih. Pasokan obat tetes mata dan salep kulit juga telah didistribusikan ke puskesmas-puskesmas setempat.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Untuk perlindungan kulit, warga disarankan membilas badan dengan air mengalir secara hati-hati setelah kembali dari luar rumah. Pembersihan secara lembut diperlukan mengingat sebagian partikel abu vulkanik memiliki tekstur mikro yang tajam dan dapat melukai permukaan kulit jika digosok sembarangan.

Sebaran Abu Vulkanik Terdeteksi di Dua Klaster Wilayah

Imbauan kewaspadaan ini sejalan dengan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan data PVMBG, VAAC Darwin, serta citra RGB satelit Himawari-9 per 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau terbagi ke dalam dua klaster pergerakan.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Klaster pertama terpantau dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki yang bergerak ke arah timur laut hingga selatan, melingkupi sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya. Sementara itu, klaster kedua membubung hingga ketinggian 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, perairan Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sisi barat.

Sumber: Detik

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian Kesehatan

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap