Pemerintah mempercepat pengawasan distribusi cadangan pangan langsung ke daerah kepulauan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turun langsung ke Desa Wayame, Kota Ambon, Provinsi Maluku, guna meninjau proses penyaluran Bantuan Pangan sekaligus menyerahkan bantuan beras tambahan bagi para pengemudi ojek online (ojol) dan santunan perlengkapan sekolah untuk anak yatim piatu.
Langkah peninjauan lapangan yang dilakukan bersama Direktur Utama Perum BULOG tersebut difokuskan untuk memastikan alur pembagian beras berjalan tertib. Pengawasan langsung ini ditujukan agar bantuan pangan diterima masyarakat yang berhak secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu tanpa kendala teknis ataupun warga terlewat.
Program Bantuan Pangan yang sedang berjalan mencakup alokasi periode Juli hingga September 2026. Penyaluran ini menyasar kelompok masyarakat yang berada pada kategori desil 1 hingga desil 4 dalam data kesejahteraan sosial pemerintah.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam skema alokasi tersebut, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) memperoleh jatah 10 kilogram beras per bulan. Dengan penyaluran untuk tiga bulan sekaligus pada periode berjalan, setiap keluarga penerima manfaat membawa pulang total 30 kilogram beras.
Berdasarkan data penyaluran di wilayah Maluku, Kota Ambon mencatat sebanyak 24.383 PBP yang terdata secara resmi sebagai penerima manfaat. Dari total cakupan kota tersebut, sebanyak 349 PBP berdomisili dan mengambil hak bantuannya di Desa Wayame.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain memantau antrean penerima reguler, Menko Pangan dan pihak BULOG membagikan bantuan beras tambahan secara langsung kepada para pengemudi ojol yang beroperasi di sekitar lokasi pembagian. Bantuan sosial pelengkap berupa paket peralatan sekolah juga diserahkan kepada anak-anak yatim piatu setempat untuk membantu persiapan belajar mereka.
Pemberian bantuan pangan dan fasilitas penunjang ini ditujukan untuk memangkas beban pengeluaran harian keluarga rentan, khususnya dalam mencukupi kebutuhan pokok beras dan meringankan biaya pendidikan anak. Pemerintah menyatakan akan terus menjalankan evaluasi berkala terhadap mekanisme rantai pasok dan penyaluran Bantuan Pangan agar efektivitas program di tingkat daerah tetap terjaga.






