Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memaparkan besarnya peranan aplikasi digital sebagai salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan aplikasi kini telah merambah hampir seluruh aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari sarana bekerja, sarana belajar, instrumen transaksi keuangan, hiburan, hingga medium untuk merintis usaha mandiri.
Langkah optimalisasi potensi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan sektor ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan ini dituangkan secara resmi ke dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 dengan melibatkan koordinasi lintas sektoral dari sekitar 24 kementerian dan lembaga pemerintah guna memperkuat ekosistem di tingkat pusat maupun daerah.
Melalui peta jalan Rindekraf, cakupan subsektor ekonomi kreatif diperluas dari 17 menjadi 21 subsektor. Dari jumlah tersebut, pemerintah menetapkan tujuh subsektor prioritas yang salah satunya mencakup industri aplikasi. Penyesuaian ini juga menghadirkan subsektor anyar yang berkaitan erat dengan perkembangan inovasi digital, seperti konten digital, pengisi suara, serta teknologi baru.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Subsektor teknologi baru secara khusus memayungi ragam aktivitas yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), rantai blok (blockchain), internet of things (IoT), Web3, pengolahan data skala besar (big data), hingga keamanan siber. Demi memaksimalkan pengembangannya, pemerintah membentuk direktorat tersendiri untuk menangani subsektor teknologi baru dan konten digital.
Kontribusi Investasi dan Serapan Tenaga Kerja
Besarnya peran ekonomi digital tercermin pada realisasi pembiayaan industri. Sepanjang 2025, total nilai investasi di sektor ekonomi kreatif tercatat mencapai sekitar Rp180 triliun. Subsektor aplikasi digital menjadi salah satu kontributor terbesar dengan menyumbang nilai investasi sekitar Rp54,23 triliun.
Secara keseluruhan, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sekitar 7,38 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini didominasi oleh kelompok usia produktif muda, dengan sekitar 63 persen tenaga kerja berasal dari kalangan generasi Z dan milenial. Keterlibatan perempuan di sektor ekonomi kreatif juga tergolong tinggi, yakni mencapai 58 persen dari total pekerja.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Tantangan Talenta dan Kolaborasi Industri
Kendati potensi nilai ekonomi terus meningkat, pengembangan industri aplikasi di tanah air masih menghadapi kendala krusial, khususnya tingginya lonjakan kebutuhan talenta digital yang mampu mengimbangi laju perubahan teknologi yang sangat cepat.
Sebagai langkah konkret menjembatani kebutuhan tersebut, pemerintah menginisiasi perhelatan Indonesia Application Summit (InApps) 2026. Forum ini dirancang untuk mempertemukan para kreator digital lokal, pelaku bisnis, investor internasional, dan regulator guna membangun kolaborasi nyata serta memperluas akses permodalan bagi ekosistem aplikasi nasional.






