Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat turun langsung melayani peserta yang mengajukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) di Kantor Cabang Surakarta. Kehadirannya di meja pelayanan ini berlangsung dalam rangka peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, sekaligus memastikan proses layanan jaminan sosial ketenagakerjaan berjalan optimal di tingkat cabang.
Langkah pelayanan langsung tersebut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani yang turut hadir dalam agenda Harpelnas. Astrid mengapresiasi kemudahan proses pencairan saldo JHT yang dapat diakses langsung oleh para pekerja tanpa perlu melalui perantara atau calo, serta bebas dari pungutan biaya tambahan.
Pemerintah Kota Surakarta melihat adanya potensi kolaborasi yang kuat dengan BPJS Ketenagakerjaan ke depan. Kemudahan layanan dan jaminan perlindungan pekerja dinilai selaras dengan sejumlah program prioritas daerah, khususnya inisiatif Rumah Siap Kerja serta UMKM Center yang berfokus pada penguatan kapasitas tenaga kerja dan pelaku usaha lokal.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Perluasan Manfaat Lewat Program PEKA
Di luar pembayaran klaim berkala untuk risiko kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, hari tua, hingga kematian, BPJS Ketenagakerjaan mengusung inisiatif Value Beyond Protection. Pendekatan ini bertumpu pada prinsip 3M, yaitu Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan, guna memastikan pekerja maupun ahli warisnya tetap memiliki daya tahan ekonomi setelah menghadapi risiko kerja.
Implementasi pemberdayaan tersebut dijalankan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Program ini menerapkan pilar 3P鈥擯elatihan, Produktif, dan Profit鈥攄engan menggandeng mitra pentahelix serta instansi pemerintahan untuk membekali penerima manfaat dengan keterampilan usaha dan pendampingan berkelanjutan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bukti keberlanjutan manfaat terlihat dari kisah Yani, salah satu ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan. Berbekal santunan jaminan sosial yang diterima serta pembinaan melalui program PEKA, Yani merintis usaha produk makanan beku (frozen food) untuk menopang perekonomian keluarga. Pada momentum Harpelnas 2026 di Surakarta, produk olahan milik Yani bersama karya penerima manfaat PEKA lainnya turut dipamerkan dan dipasarkan langsung di area kantor cabang.






