Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyalakan obor perjuangan secara simbolis dalam rangkaian perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta pada Rabu (9/9) malam. Aksi simbolis tersebut dilakukan di atas panggung seusai Prabowo menyampaikan pidato resminya.
Kedua tokoh terlihat memegang ornamen berbentuk obor yang kemudian disatukan pada nyala api yang sama. Peristiwa ini menjadi simbol soliditas kerja sama Partai Demokrat yang kini berada di dalam barisan koalisi pemerintah, dengan sejumlah kadernya mengisi pos menteri Kabinet Merah Putih, termasuk AHY yang mengemban tugas sebagai Menko IPK.
Komitmen Demokrat Menyukseskan Kabinet Prabowo
Dalam pidatonya pada acara tersebut, AHY menegaskan kembali komitmen partainya untuk mengawal dan menyukseskan jalannya pemerintahan Prabowo Subianto. Menurutnya, kesuksesan kabinet yang berjalan bukan hanya keberhasilan pemerintah semata, melainkan capaian positif bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

"Posisi Demokrat jelas, kami ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil, tidak ada hal lain selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan ini," kata AHY.
Dinamika dan Sinyal Politik Menuju Pilpres
Momen kebersamaan di panggung perayaan ini hadir tak lama setelah pidato politik AHY pada peringatan HUT ke-25 Demokrat, Sabtu (5/9), yang sempat menuai sorotan publik dan dinilai sebagai pemanasan menuju Pilpres 2029.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Dalam pidato sebelumnya, AHY menginstruksikan kader Demokrat di jajaran eksekutif, legislatif, maupun kepala daerah untuk senantiasa peka serta jujur melihat realitas lapangan yang dirasakan masyarakat. Ia juga menyinggung netralitas dan profesionalisme aparatur negara saat kontestasi pemilu, serta mengingatkan bahwa kekuasaan merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu.
Menanggapi pidato tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia pada Senin (7/9) menilai gestur dan posisi politik yang ditampilkan AHY mengindikasikan kesiapan menjadi salah satu kontender dalam kontestasi pilpres berikutnya. Doli juga menduga dua poros kekuatan politik mulai memasang ancang-ancang menyongsong persaingan politik mendatang.






