Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyampaikan bahwa nakhoda Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dinyatakan selamat dari kecelakaan kapal di perairan Masalembo, Laut Jawa. Nakhoda tersebut kini tengah menjalani proses pemeriksaan terkait peristiwa kecelakaan laut yang menimpa kapal tersebut.
Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan mengangkut total 243 orang pada Sabtu (12/9). Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak saat berada di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita.
Pemeriksaan Nakhoda dan Pencarian VDR
Suntana menerangkan bahwa pemeriksaan terhadap nakhoda kapal turut berkaitan langsung dengan pelacakan keberadaan Voyage Data Recorder (VDR). Hingga saat ini, perangkat rekam pelayaran tersebut belum ditemukan oleh tim SAR di lokasi pencarian.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

VDR memiliki fungsi yang serupa dengan kotak hitam atau black box pada pesawat udara. Perangkat ini merekam berbagai data penting selama kapal melakukan pelayaran. Rekaman data tersebut nantinya akan menjadi bahan utama bagi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam menjalankan investigasi terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Data Korban KM Virgo Transport 8
Terkait kondisi penumpang dan awak kapal, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengonfirmasi pemutakhiran data korban hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 Wita. Berdasarkan laporan Basarnas, sebanyak 114 korban telah berhasil ditemukan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dari total 114 korban yang dievakuasi, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat dan 6 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Seluruh korban yang telah ditemukan tersebut dilaporkan sudah berhasil mendarat di Banjarmasin.
Berdasarkan data manifest keseluruhan penumpang dan kru yang berjumlah 243 orang, saat ini masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan. Tim SAR masih terus melanjutkan upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan di kawasan perairan Masalembo.






