Bagaimana sebuah unit pemasyarakatan mampu memproduksi produk kopi kemasan yang menembus pasar lokal hingga pedagang keliling? Inisiatif produksi kopi saset bermerek Paskopi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut berakar dari kolaborasi antara pimpinan lapas dan warga binaan yang memiliki keahlian khusus di industri kopi.
Berikut rangkuman informasi mengenai latar belakang, proses produksi, serta rekam jejak pembinaan kemandirian di balik hadirnya produk Paskopi.
Siapa Sosok di Balik Lahirnya Produk Paskopi?
Pengembangan produk Paskopi dipelopori oleh Amir (48), seorang warga binaan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang memiliki latar belakang profesional sebagai eksportir kopi. Amir ditangkap oleh Bareskrim Polri di Bandara Soekarno-Hatta seusai menghadiri kegiatan perkopian di Mesir.
Melihat pengalaman dan keahlian tersebut, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Garut, Rusdedy, mempercayakan pengembangan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dalam lapas kepada Amir. Hubungan pembinaan yang suportif menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengaplikasikan keahlian lamanya secara produktif.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Bagaimana Proses Pelatihan dan Produksi Paskopi Dimulai?
Untuk memulai lini produksi Paskopi, Amir mengundang mantan tim kerjanya dari luar lapas, yang terdiri dari ahli pemanggangan (roasting) dan peracik kopi (blender). Tim profesional tersebut datang langsung ke Lapas Garut untuk melatih para warga binaan secara intensif hingga mereka menguasai seluruh tahapan produksi, mulai dari teknik sangrai hingga pengemasan.
Bahan baku utama yang digunakan dalam produksi Paskopi adalah kopi robusta lokal asal Garut. Pelatihan terstruktur ini memastikan produk yang dihasilkan warga binaan memiliki standar rasa dan kemasan yang konsisten.
Apa Saja Varian Rasa dan Jangkauan Pasar Paskopi?
Selain kopi murni, Amir meracik beberapa formulasi minuman olahan untuk memperluas daya tarik produk, antara lain:
- Ice Coffee Beer: Varian kopi segar berbasis racikan khusus.
- Kopi Stamina: Campuran kopi dengan bahan herbal seperti jahe merah, ginseng, pasak bumi, dan kapulaga.
- Coconut Coffee Latte: Minuman kopi dengan perpaduan santan kelapa asli.
Pada masa awal peluncuran, Paskopi berhasil membukukan penjualan sekitar 1.500 saset dalam kurun satu pekan. Saat ini, perputaran produk mencakup penjualan rutin sekitar 500 saset per bulan di kantin Lapas Garut dan 400 hingga 500 saset per bulan di Rutan Garut. Pemasaran produk juga telah menjangkau konsumen luar, termasuk pasokan untuk pedagang kopi keliling bersepeda.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bagaimana Kendala Teknis Mesin Produksi Diselesaikan?
Operasional pengemasan Paskopi sempat mengalami kendala teknis saat mesin kemas mengalami kerusakan. Untuk menekan biaya operasional tanpa harus mendatangkan tenaga ahli ke lokasi, proses perbaikan dilakukan secara daring (online).
Amir bersama warga binaan membongkar dan memperbaiki mesin tersebut dengan panduan bertahap melalui panggilan video bersama teknisi dari Yogyakarta. Kebutuhan onderdil pengganti untuk perbaikan mesin tersebut dibiayai langsung menggunakan kantong pribadi Kalapas Rusdedy.
Apa Rekam Jejak Program Kemandirian Kalapas Rusdedy?
Rusdedy telah mengabdi selama 26 tahun di lingkungan pemasyarakatan dan memiliki minat pada pembinaan vokasi sejak sebelum masuk Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP), berbekal pengalaman di bidang percetakan sejak bangku SMP. Portofolio pembinaan kemandirian yang pernah ia jalankan di berbagai satuan kerja meliputi:
- Lapas Narkotika Jakarta: Menularkan keterampilan sablon dan menginisiasi kegiatan konveksi bagi warga binaan.
- Lapas Kelas IIB Boalemo (2012–2013): Mengembangkan produksi mebel kayu lokal, pembuatan pot, dan kaligrafi yang berhasil meraih penghargaan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
- Lapas Kelas IIA Gorontalo: Menggandeng Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan pemerintah daerah untuk program beasiswa sarjana Hukum Islam bagi 20 petugas dan 20 warga binaan hingga lulus.
- Lapas Pohuwato (2017): Mengelola produk olahan sabut kelapa yang menembus pasar ekspor ke Wuhan, Tiongkok.
- Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal: Mengoptimalkan 17,5 hektare lahan terpadu (integrated zero-waste farming) yang memadukan peternakan sapi, domba, serta ayam dengan pertanian berbasis daur ulang limbah pakan dan pupuk.






