Sebanyak 10 warga binaan pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang bersama prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0604/Karawang berkolaborasi menggarap aset lahan milik Kodim di wilayah Karawang, Jawa Barat. Lahan tersebut diolah secara bertahap untuk difokuskan pada penanaman komoditas jagung.
Para narapidana diberangkatkan dari lapas menuju lokasi kerja menggunakan armada bus pemasyarakatan. Setibanya di area pertanian, para warga binaan bersama personel TNI langsung menyiapkan lahan dengan melubangi barisan gundukan tanah yang sebelumnya telah disanitasi sebagai media tanam bibit jagung.
Persiapan Lahan dan Sistem Pengairan
Untuk menunjang fase pertumbuhan tanaman jagung, para pekerja lapangan memberikan asupan nutrisi tanah menggunakan kombinasi pupuk Urea dan NPK. Pemberian pupuk ini dilakukan secara terukur guna memastikan kesuburan tanah terjaga selama proses vegetatif berlangsung.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain pengolahan tanah dan pemupukan, pengelolaan tata air turut dipersiapkan. Para narapidana memasang mesin pompa air sentrifugal portabel atau mesin alkon untuk mempermudah distribusi irigasi, sehingga tingkat kelembapan lahan tetap stabil di tengah kondisi cuaca setempat.
Dukungan Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kerja
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto yang mendorong jajaran pemasyarakatan untuk proaktif menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan setempat. Kemitraan strategis ini ditujukan agar keberadaan lembaga pemasyarakatan dapat terus berkembang sekaligus memberi kontribusi produktif bagi ketahanan pangan daerah.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Di tingkat nasional, pemanfaatan lahan produktif ini diarahkan untuk mendukung agenda Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program pertanian terpadu ini difungsikan sebagai sarana bimbingan kerja yang menyerap tenaga warga binaan dalam jumlah signifikan.
Melalui pelatihan keterampilan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan, warga binaan diharapkan memperoleh keahlian teknis yang aplikatif. Pembekalan kecakapan kerja ini dirancang menjadi modal kemandirian ekonomi bagi para narapidana saat menyelesaikan masa pidana dan kembali berbaur di tengah masyarakat.






