tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Keuangan Digital

Nasabah Bullion Melonjak, Fee-Based Income Bisnis Emas BSI Naik 712 Persen

Retno PurwantoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 01.43 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Nasabah Bullion Melonjak, Fee-Based Income Bisnis Emas BSI Naik 712 Persen
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sangat kuat pada sektor bisnis emas. Hingga periode Juni 2026, BSI melaporkan lonjakan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income dari bisnis emas yang mencapai 712 persen secara tahunan (year-on-year). Peningkatan indikator kinerja keuangan ini didorong secara langsung oleh pertumbuhan jumlah nasabah pada layanan bullion bank yang bertambah secara masif sejak awal tahun 2026.

Berdasarkan data operasional hingga Juni 2026, jumlah nasabah layanan bullion bank BSI tercatat telah melampaui 1,3 juta orang. Angka nasabah tersebut merepresentasikan peningkatan sebesar 700 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Seiring dengan lonjakan jumlah nasabah, volume perdagangan emas yang difasilitasi oleh BSI juga menunjukkan angka yang sangat besar. Bank tersebut telah memperdagangkan total 8,06 ton emas melalui layanan bullion bank. Pencapaian operasional ini sekaligus mempertegas posisi BSI sebagai institusi perbankan pertama di Indonesia yang menyediakan layanan bank emas atau bullion bank.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Sebagai pionir bullion bank di Indonesia, BSI menghadirkan ekosistem bisnis emas yang terintegrasi secara penuh, mencakup layanan Cicil Emas, Gadai Emas, hingga operasional bullion bank. Ekosistem ini didukung oleh kemudahan akses digital melalui aplikasi BYOND by BSI yang menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat masyarakat. Melalui platform tersebut, masyarakat kini dapat mulai memiliki emas dengan modal awal mulai dari Rp50 ribu. Transformasi digital ini membuat investasi emas menjadi lebih inklusif, praktis, aman, dan mudah dijangkau oleh berbagai segmen masyarakat tanpa perlu mendatangi kantor cabang fisik. Pengguna juga diberikan fasilitas untuk melakukan transaksi pembelian dan penjualan emas secara real-time selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu (24/7).

Baca Juga

Upaya Perbaikan Ekuitas, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk Jual Empat Kapal Tunda

Upaya Perbaikan Ekuitas, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk Jual Empat Kapal Tunda

Selain memperkuat infrastruktur layanan digital, BSI turut mengakselerasi penetrasi pasar emas fisik melalui produk BSI Gold. Saat ini, produk BSI Gold telah tersedia di berbagai toko emas resmi yang menjadi rekanan BSI dan berlokasi di sentra emas nasional. Kehadiran fisik ini merupakan bagian dari langkah strategis tahap awal untuk memperluas jaringan distribusi BSI Gold. Ke depannya, perluasan distribusi ini diarahkan untuk menjangkau lebih banyak toko emas di berbagai wilayah Indonesia, sehingga akses masyarakat terhadap instrumen investasi fisik ini menjadi semakin terbuka lebar dan mudah dijangkau.

Pilar bisnis emas BSI lainnya, yakni pembiayaan gadai emas dan cicil emas, juga menunjukkan performa yang sangat solid sepanjang tahun berjalan. Secara akumulatif, total outstanding untuk portofolio gadai emas dan cicil emas di BSI menembus angka Rp30,5 triliun pada periode Juni 2026. Nilai outstanding portofolio tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 80,50 persen. Kinerja positif dari berbagai produk emas ini memperlihatkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Baca Juga

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp18.050 per Dolar AS, The Fed Tahan Suku Bunga Acuan

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp18.050 per Dolar AS, The Fed Tahan Suku Bunga Acuan

Pertumbuhan ekosistem bisnis emas ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap struktur pendapatan perseroan. Hingga Juli 2026, kontribusi bisnis emas telah mendorong perolehan total fee-based income BSI mencapai sekitar Rp2,10 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 100 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menyatakan bahwa di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, masyarakat cenderung lebih selektif dalam berinvestasi dan memilih emas untuk menjaga nilai aset.

"Melalui layanan bullion, kami ingin menghadirkan investasi emas yang semakin mudah, aman, dan terjangkau sehingga masyarakat dapat mulai langkah emasnya dalam membangun aset jangka panjang," ujar Ade Cahyo Nugroho dalam keterangannya pada Rabu, 29 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa pertumbuhan bisnis bullion ini tidak hanya memperkuat posisi BSI sebagai bank dengan layanan ekosistem emas syariah nasional, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan pendapatan berbasis komisi yang semakin krusial bagi perseroan ke depannya.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BSIBullion BankBisnis EmasBYOND by BSIFee-Based IncomePerbankan Syariah

Berita Terbaru Lainnya

Solusi Keuangan Pemerintah Daerah dan Kepastian Gaji PPPK Tanpa PHKMendorong Energi Terbarukan untuk Memperkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir dan PedesaanPeluang Ekonomi Baru Lewat Bioenergy Lestari Pertamina yang Diakui DuniaUpaya Perbaikan Ekuitas, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk Jual Empat Kapal TundaNilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp18.050 per Dolar AS, The Fed Tahan Suku Bunga AcuanAlasan Bursa Efek Indonesia Menghentikan Sementara Perdagangan Saham RGASStrategi Transfer Madura United, Kembalinya Hugo Gomes ke BRI Super LeagueCara Pengusaha Penggilingan Padi Rakyat Mempersiapkan Sertifikasi Kemitraan Bulog 2027

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Solusi Keuangan Pemerintah Daerah dan Kepastian Gaji PPPK Tanpa PHK

Keuangan Daerah

Solusi Keuangan Pemerintah Daerah dan Kepastian Gaji PPPK Tanpa PHK

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap