tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

NATO Mulai Panik, AS Mau Tarik Pasukan dari Eropa?

Wahyu SuryaniDiterbitkan 28 Agu 2026 - 01.40 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
NATO Mulai Panik, AS Mau Tarik Pasukan dari Eropa?
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Para pejabat senior Eropa tengah berupaya meyakinkan Amerika Serikat bahwa negara-negara anggota NATO terus memperkuat pertahanan mereka. Langkah diplomasi ini bergulir menyusul ketidakpastian besar terkait peninjauan pengerahan pasukan militer AS di Benua Biru.

Kekhawatiran sekutu Eropa memuncak menjelang pengarahan Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Elbridge Colby, kepada para duta besar negara anggota NATO di Brussel pada Kamis (27/8/2026). Pertemuan ini menjadi krusial untuk membaca arah kelanjutan komitmen militer Washington di kawasan tersebut.

Peninjauan Pasukan dan Dorongan Beban Pertahanan Mandiri

Ketegangan ini bermula sejak Juni lalu ketika Washington mengumumkan peninjauan selama enam bulan terhadap postur pasukannya di Eropa. Pemerintahan Presiden Donald Trump secara konsisten mendesak para sekutu Eropa untuk mengambil porsi tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga keamanan kawasan mereka sendiri.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Saat ini, AS masih menempatkan sekitar 80.000 tentara di berbagai pangkalan militer Eropa. Kendati demikian, dalam beberapa bulan terakhir, Washington telah mengumumkan penarikan sebagian personel dan mulai memangkas kontribusinya terhadap sejumlah rencana pertahanan operasional NATO.

Selama musim panas, otoritas AS mengedarkan dua dokumen yang merinci tujuan peninjauan postur militer tersebut, termasuk evaluasi hak akses, pengelolaan pangkalan, serta izin lintas udara di Eropa. Dokumen itu secara tegas mendorong sekutu Eropa untuk memimpin sistem pertahanan benua secara mandiri.

Kuesioner Pertahanan dan Ketidakpastian Kebijakan Washington

Sebagai bagian dari evaluasi, negara-negara NATO menerima kuesioner mendalam yang mencakup anggaran belanja pertahanan, doktrin strategi, rencana pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), hingga tingkat dukungan terhadap prioritas kebijakan luar negeri AS. Salah satu poin pertanyaan bahkan menguji kesiapan sekutu untuk melonggarkan atau menghapus pembatasan akses pangkalan dan ruang udara bagi militer AS.

Baca Juga

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Merespons langkah tersebut, Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur menyatakan pihaknya tengah menyiapkan jawaban resmi kuesioner. Pevkur menegaskan bahwa Estonia sepakat bahwa negara-negara Eropa memang perlu berbuat lebih banyak untuk pertahanan mereka sendiri.

Kendati Elbridge Colby mengklaim peninjauan ini ditujukan untuk memperkuat aliansi, sejumlah diplomat Eropa cemas mekanisme evaluasi ini justru memicu persaingan antarnegara anggota demi merebut perhatian Washington. Di sisi lain, sumber internal NATO mengungkapkan keraguan atas kepastian kebijakan tersebut, mengingat arahan teknis dari kementerian pertahanan sewaktu-waktu dapat dibatalkan atau diubah langsung oleh Presiden Donald Trump maupun Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam waktu singkat.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika Serikat

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap