Jika pada era Perang Dingin sejumlah bank sentral di Eropa menitipkan cadangan emas mereka ke New York demi keamanan, dinamika terkini justru berbalik arah. Sejumlah negara di benua tersebut mulai menarik dan merelokasi aset emas fisik mereka keluar dari kawasan Amerika Utara di tengah meningkatnya krisis geopolitik global.
Langkah ini terlihat dari keputusan bank sentral Belanda yang memindahkan 86 ton emas dari total 313 ton cadangan yang sebelumnya tersimpan di Amerika Serikat dan Kanada. Logam mulia tersebut kini dialihkan ke London demi memperkuat kesiapan menghadapi skenario krisis berat.
Gubernur Bank Sentral Belanda, Olaf Sleijpen, menegaskan bahwa reposisi cadangan ini murni untuk memperkuat ketahanan moneter. Meski berharap tidak perlu menggunakannya, bank sentral menilai kesiapsiagaan menjadi prioritas utama. Pemilihan London sebagai lokasi penampungan baru tak lepas dari fungsinya sebagai pusat perdagangan global terkemuka, sehingga proses jual beli emas dapat dilakukan dengan cepat saat kondisi mendesak membutuhkan likuiditas.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Langkah serupa juga diambil Perancis yang memulangkan emas simpanannya di AS langsung ke brankas dalam negeri. Sebelumnya, Jerman juga telah menyelesaikan pemindahan lebih dari 216 ton emas hingga 2016, termasuk 111 ton dari New York dan 105 ton dari Paris.
Analis riset Goldman Sachs, Lina Thomas dan Daan Struyven, mencatat bahwa fenomena penempatan emas di luar negeri memang memiliki sejarah panjang sejak masa ketegangan geopolitik abad ke-20. Namun, alasan di balik gelombang relokasi saat ini dinilai lebih kompleks.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Menurut Ahli Strategi Pasar Senior World Gold Council, Joseph Cavatoni, pemicu pemindahan emas tidak hanya seputar perang dan tensi dagang. Faktor moneter lain seperti laju inflasi, pergerakan suku bunga, dan tingkat likuiditas emas di pasar yang rentan mengalami perlambatan turut menjadi pertimbangan penting. Pola pergeseran ini menunjukkan bahwa otoritas moneter kini semakin aktif mengevaluasi strategi penyimpanan serta manajemen risiko atas aset cadangan yang mereka miliki.






