JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan pelajar, agar tidak menunda kebiasaan menabung hingga memiliki dana dalam jumlah besar. Langkah membiasakan diri mengelola keuangan sejak dini dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan ketahanan finansial jangka panjang.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa menabung sejak usia dini merupakan kebiasaan krusial yang dapat membantu membangun kemandirian finansial sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan pada masa mendatang.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap tabungan. Menurutnya, menabung bukanlah kegiatan menyisakan sisa pengeluaran di akhir, melainkan komitmen untuk menyisihkan sebagian uang secara rutin sejak awal.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan
Dorongan ini dilakukan di tengah catatan data inklusi dan literasi keuangan nasional. Saat ini, tingkat inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai 93,61 persen. Namun, angka tersebut belum diimbangi secara merata oleh tingkat literasi keuangan yang masih berada di posisi 69,57 persen.
Kesenjangan pemahaman keuangan juga terlihat pada kelompok pelajar dan mahasiswa. Hingga kini, tingkat literasi maupun inklusi keuangan di kalangan peserta didik tercatat masih berada di bawah rata-rata capaian nasional.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Perluasan Rekening Pelajar Melalui Program KEJAR
Untuk mempersempit celah tersebut dan memperluas akses layanan perbankan bagi generasi muda, OJK terus menggencarkan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Berdasarkan catatan OJK, sepanjang periode September 2025 hingga Juni 2026, sebanyak 679 ribu rekening pelajar baru berhasil dibuka di berbagai daerah.
Selain fasilitasi pembukaan rekening, OJK bersama industri jasa keuangan memperkuat edukasi langsung ke institusi pendidikan. Hingga Juni 2026, tercatat lebih dari 270 ribu kegiatan Bank Goes to School telah diselenggarakan dan menjangkau sekitar 122 ribu sekolah di seluruh Indonesia guna mendorong budaya menabung yang berkelanjutan.






