PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk secara resmi mengumumkan perubahan pada susunan dewan komisaris perseroan. Emiten asuransi umum pelat merah yang merupakan anak usaha dari Pertamina tersebut menyampaikan keterbukaan informasi mengenai penetapan komisaris baru pada Rabu, 9 September 2026.
Dalam pengumuman resmi perseroan, Ony Suprihartono dinyatakan telah resmi dan efektif menjabat sebagai Komisaris PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk terhitung sejak 8 September 2026. Efektivitas masa jabatan ini menyusul hasil penilaian kelayakan dan kepatutan yang diterbitkan oleh regulator keuangan.
Kelulusan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan OJK
Penetapan Ony Suprihartono sebagai komisaris perseroan sebelumnya telah disepakati melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 29 April 2026. Namun, pemberlakuan jabatan dewan komisaris di industri asuransi memerlukan verifikasi lanjutan dari regulator.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Jabatan tersebut resmi berlaku secara efektif setelah Ony Suprihartono dinyatakan lulus melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan terbitnya Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan dari OJK tersebut, legalitas serta kepatuhan atas pengangkatan Ony Suprihartono selaku Komisaris PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk telah terpenuhi sepenuhnya.
Keterbukaan Informasi dan Dampak bagi Perseroan
Manajemen PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk menegaskan bahwa informasi material dan perubahan susunan dewan komisaris ini tidak menimbulkan dampak merugikan terhadap kelangsungan emiten. Perseroan menyatakan bahwa kejadian ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Seiring dengan penyampaian pengumuman tersebut, pergerakan saham perseroan dengan kode emiten TUGU di pasar modal mencatatkan respons positif. Saham TUGU ditutup menguat 5,9% menuju level harga Rp1.435 per lembar saham, dengan nilai kapitalisasi pasar perseroan tercatat mencapai sebesar Rp5,1 triliun.






