Bagaimana langkah nyata yang perlu diambil oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kualitas layanan mereka di tengah ketatnya persaingan industri keuangan saat ini? Pertanyaan ini menjadi sangat relevan mengingat peran penting BPD sebagai motor penggerak ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Untuk menjawab tantangan tersebut, CNBC Indonesia menyelenggarakan forum diskusi strategis Regional Bank Summit 2026 yang mengusung tema "Transformasi Strategis BPD dalam Mendorong Pembangunan Nasional". Acara ini mempertemukan para regulator, jajaran pimpinan BPD, serta berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah baru transformasi kelembagaan perbankan daerah.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dalam konteks BPD, dan mengapa skema ini dinilai mendesak?
Menurut penjelasan dari Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua Umum ASBANDA, Agus Haryoto Widodo, sinergi BPD melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) merupakan langkah strategis yang sangat penting. KUB dibentuk sebagai upaya konkret untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan daya saing industri perbankan daerah, sekaligus mengoptimalkan peran BPD dalam mendukung pertumbuhan ekonomi baik di tingkat regional maupun nasional. Dengan bergabung dalam KUB, BPD dapat saling menopang kebutuhan modal minimum dan memperluas skala bisnis mereka secara kolektif.
Aspek fundamental apa saja yang diperkuat oleh setiap anggota dalam sistem KUB BPD ini?
Pembentukan KUB tidak hanya sekadar formalitas penggabungan usaha, melainkan sebuah komitmen untuk memperkuat fondasi operasional secara menyeluruh. Proses sinergi dalam KUB BPD terus mendorong penguatan pada lima pilar fundamental utama di setiap bank anggota. Pilar-pilar tersebut meliputi aspek keuangan, manajemen risiko, efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Melalui penyelarasan kelima aspek ini, setiap anggota KUB diharapkan memiliki standar kualitas pelayanan dan tingkat keamanan transaksi yang setara.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Bagaimana contoh penerapan dan tahapan penguatan KUB yang dijalankan oleh Grup KUB Bank DKI?
Salah satu contoh kolaborasi nyata dapat dilihat pada Grup KUB Bank DKI. Kelompok usaha ini beranggotakan Bank Maluku Maluku Utara (MalukuMalut). Dalam perkembangannya, Grup KUB Bank DKI terus secara konsisten mendorong berbagai tahapan penguatan untuk seluruh anggotanya. Tahapan-tahapan strategis tersebut meliputi pengelolaan likuiditas secara terpadu, pengembangan produk keuangan yang lebih variatif, perluasan jaringan kantor dan layanan digital, hingga penguatan sistem manajemen talenta untuk meningkatkan kompetensi para pekerja di lingkungan perbankan tersebut.
Bagaimana dengan Grup KUB Bank Jatim dan apa target pengembangan yang mereka tetapkan?
Grup KUB Bank Jatim memiliki jaringan kemitraan yang cukup luas. Anggota dari kelompok usaha ini meliputi Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sulawesi Tenggara (Sultra), dan Bank Nusa Tenggara Timur (NTT). Di bawah arahan Winardi Legowo selaku Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), grup ini menetapkan target pertumbuhan yang selaras bagi setiap bank anggotanya. Target pertumbuhan tersebut tercermin dari upaya ekspansi kredit yang sehat, yang didukung secara kuat oleh penghimpunan dana murah (low-cost funding) serta pemanfaatan infrastruktur teknologi yang memadai.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Apa saja tiga fokus strategi utama yang menjadi acuan penguatan kinerja BPD ini?
Sebagai landasan operasional, terdapat tiga fokus strategi utama yang telah dicanangkan sejak tahun 2023 untuk memacu kinerja BPD. Fokus pertama adalah pencapaian low-cost funding guna menjaga efisiensi biaya dana perbankan. Fokus kedua adalah peningkatan penyaluran kredit yang berkualitas untuk menjaga kesehatan portofolio keuangan. Fokus ketiga adalah peningkatan transaksi digital banking yang didukung penuh oleh penguatan sistem teknologi, tata kelola perusahaan yang baik (governance), serta peningkatan kualitas SDM.
Di mana masyarakat dan pelaku industri dapat menyimak pembahasan lengkap mengenai urgensi KUB BPD ini?
Diskusi mendalam mengenai optimalisasi KUB ini dapat disaksikan melalui tayangan dialog interaktif yang dipandu oleh Shania Alatas di CNBC Indonesia. Dialog tersebut menghadirkan dua tokoh penting perbankan daerah, yaitu Agus Haryoto Widodo (Direktur Utama Bank Jakarta & Ketua Umum ASBANDA) dan Winardi Legowo (Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk / BJTM), dalam rangkaian acara Regional Bank Summit 2026.






