Kisah spionase yang dilakukan oleh Eli Cohen merupakan salah satu operasi rahasia paling menonjol yang pernah dijalankan oleh badan intelijen Israel, Mossad. Dalam misinya di Suriah, sosok intelijen ini beroperasi secara tertutup menggunakan nama samaran Kamel Amin Thaabet. Penyamaran yang dilakukan Cohen begitu meyakinkan hingga ia berhasil masuk ke lingkaran elit kekuasaan dan bahkan memperoleh tawaran jabatan penting, yakni sebagai Wakil Menteri Pertahanan Suriah.
Latar belakang agen rahasia ini sebenarnya dimulai di Mesir, tempat Cohen dilahirkan dan dibesarkan. Ia baru berpindah ke Israel pada tahun 1954 setelah direkrut oleh Mossad untuk menjalankan misi khusus. Demi menyusup ke wilayah Suriah, sebuah skenario identitas baru dirancang dengan sangat teliti. Dalam skenario tersebut, sosok Kamel Amin Thaabet digambarkan sebagai pria yang lahir dan besar di Suriah, yang kemudian pindah ke Argentina bersama keluarganya pada tahun 1949 untuk merintis bisnis tekstil.
Aksi spionase Cohen dengan menyamar sebagai pengusaha tekstil kaya raya secara resmi dimulai pada tahun 1960. Langkah awal Cohen untuk memasuki Suriah dilakukan dengan memanfaatkan koneksi dari atase militer Suriah di Argentina, yaitu Jenderal Amin al-Hafez. Pendekatan dan hubungan baik yang terjalin dengan Amin al-Hafez menjadi jembatan utama yang memuluskan jalannya untuk menembus Suriah dan menjalin relasi dengan tokoh-tokoh penting di negara tersebut.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Posisi dan pengaruh Cohen semakin kuat ketika dinamika kekuasaan di Suriah mengalami perubahan. Pada tahun 1963, Amin al-Hafez, sosok kawan baik yang membantunya masuk ke Suriah, resmi menjadi Presiden Suriah. Hubungan dekat dengan sang presiden membuka akses yang sangat luas bagi penyamaran Cohen, hingga muncul tawaran posisi strategis sebagai Wakil Menteri Pertahanan Suriah. Selama menjalankan operasi penyamarannya, Cohen secara rutin mengumpulkan berbagai informasi militer Suriah. Informasi-informasi rahasia tersebut kemudian dikirimkan ke Israel melalui kode morse pada malam hari, sebuah aktivitas intelijen yang terus dilakukannya selama lebih dari tiga tahun.
Namun, aktivitas transmisi rahasia itu akhirnya menemui titik akhir. Pada malam hari di tahun 1965, aksi Kamel Amin Thaabet atau Eli Cohen terendus oleh pasukan Suriah. Ia tertangkap tangan saat sedang mengirimkan informasi menggunakan kode morse. Penangkapan tersebut mengakhiri penyamaran panjang yang telah dijalankannya di Suriah. Setelah penangkapan itu, hidup Cohen berakhir ketika ia dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi melalui hukuman gantung di depan publik pada tanggal 18 Mei 1965.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Meskipun Eli Cohen telah dieksekusi mati pada tahun 1965, data intelijen yang sempat ia kumpulkan tetap memberikan dampak yang sangat besar. Informasi mengenai rincian lokasi rahasia militer yang dikirimkan Cohen selama bertahun-tahun membantu Israel dalam memetakan pertahanan lawan untuk kurun waktu berikutnya. Akibat aksi intelijen yang dijalankannya tersebut, informasi mengenai lokasi militer rahasia Suriah menjadi faktor penting yang berkontribusi membawa kemenangan bagi Israel dalam Perang Enam Hari yang meletus pada bulan Juni 1967.






