Kabupaten Sumedang bersiap menjadi lokasi berdirinya fasilitas manufaktur olahan susu baru. PT Mulia Boga Raya (MBR), anak perusahaan Garudafood, memulai proyek pembangunan pabrik keju seluas 25.000 meter persegi dengan target kapasitas produksi mencapai 60.000 ton per tahun.
Fasilitas produksi ini dijadwalkan memulai tahapan konstruksi pada 2026 dan diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada 2028. Keberadaan pabrik modern ini ditujukan guna mendukung sekaligus memperluas lini produk olahan keju perusahaan, termasuk merek Prochiz.
Kolaborasi Strategis dan Desain Ramah Lingkungan
Dalam menggarap proyek manufaktur tersebut, MBR menjalin kemitraan strategis dengan produsen keju global asal Prancis, Bel Group. CEO Bel Group Cecile Beliot menyebutkan bahwa sinergi ini dibangun berdasarkan kekuatan yang saling melengkapi dalam memperluas jangkauan pasar produk olahan susu.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain kapasitas pengolahan yang besar, rancang bangun pabrik di Sumedang ini menerapkan konsep ramah lingkungan. Sekitar 30 persen dari total area lahan disiapkan sebagai ruang terbuka hijau. Operasional pabrik juga akan didukung pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya berkapasitas hingga 250 kWp.
Potensi Konsumsi dan Kinerja Finansial
Ekspansi fasilitas ini merespons masih besarnya ruang pertumbuhan pasar produk olahan susu di kawasan regional. Tingkat konsumsi keju per kapita di Asia tercatat masih berada di bawah 1 kilogram per orang setiap tahunnya. Angka ini terpaut jauh dibandingkan tingkat konsumsi masyarakat di kawasan Eropa yang telah melampaui 20 kilogram per kapita.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Langkah penambahan kapasitas industri MBR turut ditopang kinerja keuangan internal yang bertumbuh. Sepanjang semester I 2026, MBR membukukan total penjualan sebesar Rp 960 miliar. Dari pendapatan tersebut, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 105,5 miliar, mengalami kenaikan sekitar 15,4 persen dari capaian laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 91,5 miliar.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik investasi dan pengembangan fasilitas produksi MBR di wilayahnya. Kehadiran fasilitas manufaktur ini diharapkan berkontribusi nyata pada aktivitas perekonomian daerah selama proses konstruksi hingga tahap operasional komersial berlangsung.






