PAM JAYA memastikan pasokan air baku dari Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tetap berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta hingga akhir 2026. Kepastian ini diperoleh setelah jajaran direksi PAM JAYA melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengelolaan air tersebut guna mengantisipasi dampak musim kemarau.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin bersama jajaran meninjau kesiapan tampungan air dan berkoordinasi langsung dengan pengelola kawasan. Pihak PAM JAYA diterima oleh jajaran manajemen Perum Jasa Tirta II (PJT II), termasuk Direktur Usaha Didik Permadi Yoffana dan General Manager Wilayah IV Anom Soal Herudjito.
Pantauan Tinggi Muka Air dan Kapasitas Waduk
Berdasarkan data pemantauan teknis PJT II, tinggi muka air Waduk Jatiluhur saat ini tercatat berada di level 96,34 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Meski angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan kondisi normal akibat kemarau, posisinya dipastikan masih jauh melampaui batas minimal operasi waduk yang ditetapkan sebesar 87,5 Mdpl.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Didik Permadi Yoffana menegaskan bahwa ketersediaan volume air saat ini sangat mencukupi untuk menopang berbagai kebutuhan strategis, mulai dari pasokan air baku rumah tangga, sektor industri, hingga pengairan lahan irigasi sampai 31 Desember 2026.
Proyeksi Cadangan Air hingga Akhir 2026
Perhitungan neraca air PJT II menunjukkan daya dukung tampungan Waduk Jatiluhur masih berada pada angka yang kokoh. Hingga akhir tahun 2026, kapasitas cadangan air tampungan diperkirakan mencapai kurang lebih 3,6 miliar meter kubik.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain cadangan tampungan utama, potensi aliran masuk dari Sungai Citarum hingga 31 Desember 2026 diestimasikan menyumbang sekitar 1,97 miliar meter kubik air. Tambahan pasokan juga berasal dari sumber air setempat yang diproyeksikan mencapai kurang lebih 374 juta meter kubik. Dengan proyeksi tersebut, tercatat surplus atau selisih lebih kebutuhan air sebesar kurang lebih 976 juta meter kubik.
Waduk Jatiluhur selama ini menjadi tumpuan utama pasokan air baku bagi PAM JAYA dalam menyalurkan air bersih ke sebagian besar wilayah Jakarta. Koordinasi berkala antara operator penyedia air minum ibu kota dan pengelola sumber daya air ini ditujukan untuk menjaga stabilitas distribusi kepada pelanggan di tengah dinamika iklim.






