tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Digital

Panduan Arah Kebijakan Bank Indonesia Pasca Transisi Kepemimpinan

Ance ManoppoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 22.55 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Arah Kebijakan Bank Indonesia Pasca Transisi Kepemimpinan
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 25 Juli 2026. Menyusul pengunduran diri tersebut, Destry Damayanti kini menjalankan tugas sebagai Gubernur Bank Indonesia sementara. Dengan mundurnya Perry Warjiyo, Dewan Gubernur Bank Indonesia yang tersisa saat ini berjumlah lima orang. Di tengah situasi transisi kepemimpinan yang terjadi secara mendadak ini, Bank Indonesia memastikan bahwa arah kebijakan moneter dan stabilitas keuangan negara akan tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Destry Damayanti menegaskan bahwa tidak ada perubahan sikap kebijakan atau stance dari Bank Indonesia pasca perubahan susunan dewan gubernur. Bank sentral tetap memprioritaskan penjagaan stabilitas nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi di dalam negeri. Untuk menjaga stabilitas kurs rupiah, dewan gubernur yang tersisa akan tetap konsisten melakukan intervensi di pasar keuangan. Langkah intervensi ini mencakup operasi di pasar spot, pasar Non-Deliverable Forward (NDF), maupun pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Konsistensi kehadiran Bank Indonesia di pasar tersebut bertujuan untuk mencegah gejolak nilai tukar yang dapat memengaruhi perekonomian domestik.

Selain intervensi di pasar nilai tukar, arah kebijakan Bank Indonesia juga difokuskan untuk menarik aliran modal asing atau capital inflow. Upaya menarik modal masuk ini merupakan bagian dari strategi bank sentral untuk memperkuat sektor eksternal Indonesia. Penguatan sektor eksternal tersebut secara spesifik ditujukan untuk meningkatkan posisi cadangan devisa (cadev) negara serta menjaga keseimbangan neraca pembayaran. Dengan cadangan devisa yang kuat dan neraca pembayaran yang stabil, Bank Indonesia berupaya memastikan fundamental ekonomi tetap terjaga meskipun terjadi pergantian di pucuk pimpinan lembaga.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Terkait dengan upaya pengendalian inflasi, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kolaborasi ini dilakukan secara konsisten melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kerja sama tersebut bertujuan untuk mengelola dan mengendalikan gejolak harga dari sisi pasokan maupun permintaan barang. Lebih lanjut, Bank Indonesia bersama dengan jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga menjalankan sebuah program khusus yang bernama Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS). Gerakan ini diimplementasikan langsung ke berbagai daerah untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

Pada aspek likuiditas perbankan, Bank Indonesia menaruh perhatian khusus terhadap kondisi pasar keuangan saat ini. Destry Damayanti menyatakan bahwa Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan terus konsisten berupaya mengurangi segmentasi likuiditas di sektor perbankan. Untuk menangani masalah segmentasi likuiditas tersebut, Bank Indonesia juga akan memperkuat sinergi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), OJK, dan LPS di bawah kerangka kerja Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Sinergi antarlembaga ini diharapkan mampu menjaga ketahanan dan stabilitas sistem keuangan secara menyeluruh.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Meskipun fokus utama berada pada stabilitas kurs dan inflasi, Bank Indonesia tidak mengesampingkan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dewan gubernur memastikan bahwa bank sentral akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan di luar instrumen moneter murni. Optimalisasi ini mencakup penerapan kebijakan makroprudensial serta pengembangan sistem pembayaran yang lebih efisien. Selain itu, Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memajukan sektor ekonomi syariah, serta mendorong transisi menuju ekonomi hijau demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaKebijakan MoneterDestry DamayantiStabilitas RupiahKSSK

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap